Vidio kesaksian

Loading...

Minggu, 30 Desember 2012

KESAKSIAN PENGGUNA NASA 2

|0 komentar

KESAKSIAN TANAMAN PADI DI SLEMAN YOGYAKARTA

Nama Petani : Bp Tondo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki
Lokasi Kebun : Desa Salakan, Trihanggo, Sleman, Jogjakarta
Luas Tanaman :1 Ha
Jenis Padi : Cihereng
Sistem Tanam : Sistem Jajar Legowo 6 : 1, jarak tanam 24 x 20
Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA, POWER NUTRITION, GREENSTAR
PESTONA, NATURAL GLIO




Cara dan waktu aplikasi :
Pemupukan I menggunakan 18 botol ( @ 250 gr / btl ) SUPERNASA dicampur dengan pupuk 100 kg Urea dan 200 Phonska ditambah 10 pak  NATURAL GLIO 
umur 15 – 20 hari setelah tanam
Pemupukan II menggunakan 6 botol ( @ 250 gr/btl )SUPERNASA dan 6 botol ( @ 500 gr/btl ) POWER NUTRITION dicampur dengan 50 Urea dan 100 kg Phonska pada umur 40 – 50 hari setelah tanam
umur 20 dan 40 hari setelah tanam
Penyemprotan 1 sachet GREENSTAR + 10 tutup PESTONA per tangki


Parameter                                        Pakai NASA                                           Tidak Pakai NASA
Vegetatif                                   Daun Tebal, lebar dan hijau mengkilat                  Tipis dan kecil-kecil
Jumlah Anakan                                         30                                                              18-20
Serangan                                     Penyakit Berkurang                                           Masih Banyak
Jumlah Bulir per Malai                             260                                                           150-200
Kualitas Gabah                          Lebih berbobot dan bernas                                Kurang bernas
Total Produksi                                      10,4 ton                                                         8 ton


Analisa Ekonomi per 0,5 Ha

Jenis Kegiatan Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Sewa Lahan 3.000.000 3.000.000
2. Benih, olah lahan 1.125.000 1.125.000
3. Pupuk Urea 150.000 150.000
4. Pupuk Phonska 210.000 210.000
5. Produk NASA 2.620.000 -
6. Total Biaya 5.085.000 4.485.000

Produk NASA yang di pakai SUPERNASA, POWERNUTRITION, GREENSTAR,GLIO,PESTONA

senilai Rp 600.000,00

Hasil Produksi pakai NASA 5,7 ton sedangkan yang tidak pakai 4 ton


Selisih Produksi 3,5 ton/setengah hektar
Harga Gabah 100.000/kwintal
Peningkatan Hasil Jual Gabah 3.500.000 (87.5%)

Peningkatan Keuntungan 3.500.000 – 600.000
2.900.000,- per setengah hektar

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

2012-03-26



KESAKSIAN TANAMAN KAKAO DI TANGGAMUS, LAMPUNG


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KAKAO

Nama Pemilik Kakao                     : Bp Hendro
Lokasi Kebun                               : Desa Sinar Baru Kec. Sukohardjo,
                                                   Kab. Tanggamus, Propinsi Lampung
Luas Kebun                                 : 2.500 m 2
Jumlah Tanaman                          : 260 pohon
Umur Tanaman                            : 7- 8 tahun
Produk NASA yang digunakan        :  9 botol SUPERNASA

Cara dan waktu aplikasi :



Satu botol SUPERNASA @ 500 gr dicampur 13 liter air sebagai larutan induk, kemudian diambil gayung larutan induk ditambah air secukupnya ( + ) untuk 10 tanaman disiram merata ke pohon untuk 130 pohon atau 200 pohon
SUPERNASA diberikan interval sebulan sekali selama 3 bulan selanjutnya 3-4 bulan sekali
Aplikasi diberikan mulai Juni 2005 sampai Maret 2006
Pupuk Makro tidak digunakan setelah pakai Produk NASA



Perbandingan produksi antara kebun yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :

Paremeter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Kondisi Daun dan buah Hijau segar, buah banyak Kekuningan, sedikit
2. Kondisi Tanah Gembur Keras
3. Pemakaian Pupuk Makro Tidak Pakai Lagi Masih Pakai
4. Serangan Heliopeltis Berkurang Masih ada
5. Produksi Buah Meningkat (tidak kenal musim) Sedikit
6. Bobot dan Kadar Air Rendah Tinggi
7. Hasil panen dan Harga Jual Kering 300 kg, harga 8.500/kg 150 kg, harga 8.000/kg

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.


KESAKSIAN TANAMAN KARET DARI KALIMANTAN SELATAN

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KARET

Nama petani       : Bp. Rauf dan Bp. Sutrisno
Alamat                : Dsn. Sidomukti, Desa Sebuhur, Trans 150,
                            Kec. Jorong, Kab. Tanah Laut,
                            Propinsi Kalimantan Selatan
Luas lahan          : 1 hektar
Jumlah Tanaman : 500 batang
Luas lahan dengan perlakuan NASA : 1 Ha
Jenis Bibit : PR, IR, PB
Umur tanaman : 7 tahun


Pupuk yang digunakan :

Sebelum pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln          Setelah pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln
Urea : 2,5 kuintal                                                NPK Phonska : 0,5 kuintal
TSP : 0,5 kuintal                                                 SUPERNASA : 500 gr 2 botol
KCl : 0,5 kuintal                                                 HORMONIK : 1 botol

Total biaya pupuk makro : Rp. 520.000,00 Total biaya pupuk+produk NASA : Rp.297.500,00


Cara dan waktu aplikasi Pemupukan dengan Produk NASA :
1. NPK 20 gelas + 20 sdm SUPERNASA + 1 sdm HORMONIK + 60 liter air.
2. Kocorkan ke piringan tanaman sebanyak 1 liter per batang

Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA
Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
1. Kondisi Daun Kekuningan Hijau segar
2. Kondisi Kulit Batang Keras Lunak
3. Kondisi Tanah Keras Gembur
4. Produksi Getah 90-100 kg/bulan 446 kg/bulan
5. Pendapatan per bulan 1.240.000/ha/bulan 4.005.200/ha/bulan

Analisis ekonomi :
Peningkatan pendapatan diperoleh dari :

Penambahan produk NASA yaitu SUPERNASA dan HORMONIK senilai Rp 297.500,- meningkatkan pendapatan 70% ( Rp. 2.765.200 ha/bln)

Penghematan biaya pemupukan sebesar Rp. 222.500/ha/4 bln
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

KESAKSIAN PENGGUNA NASA

|0 komentar

Silahkan simak beberapa kesaksian pengguna yang sudah masuk datanya ke perusahaan,,,
ini masih separuhnya,jadi tunggu info selanjutnnya y :) salam NASA

 

KESAKSIAN TANAMAN KENTANG DI PROBOLINGGO


Data Petani
Nama Petani : Bp Yunus
Lokasi Kebun : Desa Bremi, Krucil, Probolinggo, Jatim
Luas Tanaman : 1Ha
Jenis Kentang : Granula jerman Lokal
Umur Tanaman : 75 hari
Produk Nasa yang digunakan : GLIO, POC NASA, HORMONIK


Cara dan waktu aplikasi

Penyemprotan 1 botol POC NASA dicampur dalam 1 drum ukuran 200 liter disemprotkan pada umur 25 dan 35 hari setelah tanam, kemudian pada umur 45 hari ditambah 1 botol HORMONIK

Pupuk Dasar diberikan sebelum tanam dengan menggunakan ZA = 300 kg, SP-36 = 300 kg dan KCl= 400 kg
Pada umur 1 bulan dipupuk 500 kg ZA


Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA 
Parameter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Vegetatif Daun Tebal, lebar, hijau mengkilat    Tipis, kecil dan kekuningan
2. Kondisi Batang Tinggi, kokoh Pendek, agak lembek
3. Tingkat Kematian 1% setelah pakai GLIO Lebih dari 5%
4. Ukuran dan Warna Umbi Besar, kuning cerah Lebih kecil, kuning kusam
5. Bobot per Pohon Rata-rata 800 g Rata-rata 500 g
6. Kualitas Umbi Lebih bernas Kurang bernas
7. Total Produksi 24 ton/ha 15 ton/ha


Analisis Ekonomi Per Hektar

Selisih Hasil Panen 9 ton
Harga Kentang Rp. 2.000,00/kg
Peningkatan hasil jual 9.000 X Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000.000,00
Pembelian Produk NASA (harga konsumen) berupa 7 botol POC NASA = 217.000, 3 botol HORMONIK = 78.000, 1 GLIO = 25.500
Jumlah pembelian Produk NASA = Rp. 320.500,00
Peningkatan keuntungan bersih dengan memakai Produk NASA Rp. 17.679.500,00



Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).

Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
Tingkat kesuburan tanah.
Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.



PENINGKATAN PRODUKSI PADI CIHERANG DENGAN MEMAKAI PRODUK NASA DI SLEMAN YOGYAKARTA


Padi varietas Ciherang yang ditanam Tondo menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan sebelumnya.Selama 4 kali menggunakan produk NASA, hasil panennya selalu diatas rata-rata, tentunya 10 ton GKP per hektar bukan hasil yang terlalu “wah”. Jauh berbeda dengan petak petani lain. Rata-rata hasil yang didapat berkisar 7 ton GKP per ha.Menurut Tondo kunci keberhasilannya adalah pada pemupukan dan pola penanaman. Pupuk diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. “Waktu pemupukan harus tepat,” kata ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki kecamatan Gamping, Sleman.Selain menggunakan pupuk makro berimbang, lahan pertanamannya sudah pasti menggunakan produk-produk NASA. SUPERNASA, POWER NUTRITION dan GREENSTAR menjadi andalan pupuk organik lengkap makro dan mikro.Lahan seluas 3.300 m2 milik Tondo membutuhkan 8 botol SUPERNASA 250g, 4 botol POWER NUTRITION 500g dan 6 dus GREENSTAR. Dengan dosis pemupukan ini, cukup menyokong pertumbuhan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan panen.Aplikasi pemupukan ini disesuaikan dengan jadwal yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Secara keseluhan pemberian pupuk dilakukan 3 kali, yaitu sebagai pupuk dasar, pada umur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan umur 40-50 HST. SUPERNASA diaplikasikan sebagai pupuk dasar (6 botol) dan pemupukan ke-3 (2 botol). GREENSTAR pemupukan ke-2 (2 dus) dan ke-3 (4 dus), sedangkan POWER NUTRITION pada pemupukan ke-3 saja.Produk lain yang menunjang juga diberikan. Tondo menggunakan GLIO dan PESTONA untuk mengamankan hasil panennya. Masing masing produk tersebut adalah 3 dus untuk GLIO dan 3 botol PESTONA.Tondo juga menerapkan pola tanam dengan menyisipkan penanaman palawija setiap 2 tahun. Meskipun air irigasi melimpah, ia tidak lantas tergoda untuk menanam padi secara terus menerus.Menurut petani yang juga penangkar benih ini, sistem penanamannya jejer legowo 6:1. Setiap 6 baris tanaman padi diberi jarak sebelum 6 baris berikutnya. Jarak tanamnya 24 cm yang pada umumnya hanya 22 cm. Sedangkan setiap lubang tanam hanya ditanam 1-2 bibit padi.System penanaman ini secara kenampakan fisik menunjukan perbedaan dibandingkan penanaman lainnya. “Kalau diamati ada perbedaan, anakannya rata-rata sebanyak 25 batang sedangkan lainnya 22 batang sudah bagus,” kata Tondo.
2012-12-27

KESAKSIAN TANAMAN SEMANGKA DI PROBOLINGGO

Nama Petani : Bp Saeful
Lokasi Kebun : Desa Karanggeger, Kec. Pejarakan, Kab. Probolinggo, Jatim
Luas Tanaman : 0,4 Ha ( 4.000 m2)
Jenis semangka : Sun Flower
Umur Tanaman : 50 hari
Jumlah Populasi : 6.000 tanaman
Produk Nasa yang digunakan : POC NASA, HORMONIK

Cara dan waktu aplikasi :

Penyemprotan 4 tututp POC NASA dicampur 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

Pupuk Makro menggunakan ZA, TSP dan KCl total 4-5 kwintal


Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA  :

Paremeter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Pertumbuhan tanaman Cepat, proses pengawinan lebih awal Pertumbuhan lambat
2. Kondisi Batang Lebih tinggi dan kokoh Pendek, batang lembek
3. Serangan Hama Penyakit Lebih tahan, daum hijau bertahan
lebih lama
Kurang tahan terhadap
Hama Penyakit
4. Ukuran Buah, Hasil Panen Besar-besar, 25 - 30 ton/4000 m2 Kecil-kecil, 15 ton/4000 m2
5. Peningkatan Hasil Panen 75% -
6. Pupuk NPK 4 - 5 kwintal 7 kwintal


Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
Tingkat kesuburan tanah.
Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.


Kamis, 27 Desember 2012

Hama Dan Penyakit Tanaman Mangga

|0 komentar
Tanaman mangga (Mangifera Indica L.) sebenarnya adalah tanaman asli negeri India, namun kini sudah menjadi tanaman yang tidak asing bagi masyarakat kita. Hampir di setiap daerah di Indonesia terdapat tanaman mangga, walaupun umumnya hanya berupa tanaman pekarangan rumah atau sebagai pelindung maupun sebagai tanaman sela di kebun-kebun warga, tetapi beberapa daerah seperti Indramayu, Cirebon dan Probolinggo dikenal sebagai sentra produksi mangga di Pulau Jawa.
Mungkin sifatnya yang mudah tumbuh, berdaun rindang dan memiliki banyak varietas dengan buah yang beraneka rasa inilah yang menyebabkan populernya tanaman mangga di Indonesia.

Dengan banyaknya masyarakat yang menanam mangga disertai minimnya penguasaan tentang teknik budidaya dan pengetahuan tentang hama dan penyakit, mengakibatkan kurang optimalnya produksi mangga di Indonesia.
Dengan pemakaian Produk NASA yang sudah banyak teruji dan terbukti dalam Teknik budidaya tanaman dan pengendalian hama dan penyakit tanaman,baik yang berupa pemakaian Pupuk Organik Nasa ( Super Nasa,POC NASA,Power Nutrition,dll ), maupun pemakaian Pestisida organik ( Pestona,Natural Pentana,Natural Glio,dll ).Sehingga banyak membantu meningkatkan hasil panen bagi para petani,khususnya petani mangga.

Adapun Beberapa jenis hama dan penyakit yang umumnya menyerang tanaman mangga  adalah:
HAMA :
Wereng Mangga ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
  • Serangan terjadi saat perpanjangan tunas. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini mengeluarkan cairan manis (embun madu) yang dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold). Disamping itu, embun madu dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga.
  • Pengendaliannya :
  1. Dengan pengasapan.
  2. Menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.

 Penggerek Pucuk, Tip Borer ( Clumetia transversa )
  • Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda ( flush ) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.
  • Pengendalian :
  1. Cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar,
  2. pendangiran untuk mematikan pupa,
  3. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  4. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke dalam lubang di sekitar mangga di tanamkan.
  5. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Ulat Philotroctis sp
  • Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Philoctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari.
  • Pengendalian : Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Penggerek Buah, Seed Borer ( Noorda albizonalis )
  • Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit.
  • Pengendalian :
  1. pembungkusan buah.
  2. kumpulkan buah terserang lalu dibakar.
  3. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Bubuk buah mangga
  • Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini.
  • Pengendalian:
  1. memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini.
  2. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  3. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar mangga di tanamkan.
Bisul daun ( Procontarinia matteiana )
  • Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan.
  • Pengendalian:
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar mangga di tanamkan.
  3. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari
Lalat buah ( Bractocera dorsalis )
  • Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri.
  • Pengendalian :
  1. Dengan memusnahkan buah yang rusak.
  2. Pembungkusan buah.
  3. Pemasangan Produk Nasa yang berupa metilat ( Perangkap Lalat Buah ).
Kepik mangga ( Cryptorrhynoccus gravis )
  • Menyerang buah dan masuk ke dalamnya.
  • Pengendalian :
  1. Dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.
  2. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari
Tungau ( Paratetranychus yothersi , Hemitarsonemus latus )
  • Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga.
  • Pengendalian :
  1. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
  2. Atau menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.
Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
  • Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh.
  • Pengendalian :
  1. Tunas muda terserang dipotong lalu dibakar.
  2. Tangkap dengan perangkap warna kuning.
  3. Pemangkasan teratur.
  4. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
PENYAKIT :
Gleosporium
  • Penyebab : jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung.
  • Pengendalian:
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar mangga di tanamkan.
Diplodia
  • Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.
  • Pengendalian:
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar mangga di tanamkan
Cendawan jelaga
  • Penyebab: jamur Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis.
  • Pengendalian:
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar mangga di tanamkan
Bercak karat merah
  • Penyebab: ganggang Cephaleuros sp. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan.
  • Pengendalian:
  1. Pemangkasan dahan, cabang, ranting,
  2. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
  3. Atau menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.
Kudis buah
  • Penyebab: Elsinoe mangiferae
  • Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun.
  • Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan.
  • Pengendalian:
  1. Memangkas tangkai bunga yang terserang.
  2. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  3. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Antraknose ( Colletotrichum sp )
  • Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok.
  • Pengendalian :
  1. Pemangkasan dahan,cabang dan ranting.
  2. Penanaman jangan terlalu rapat.
  3. Bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.
  4. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  5. Penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Penyakit Blendok
  • Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan blendok (getah) yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam.
  • Pengendalian:
  1. Memotong bagian yang sakit terserang penyakit.
  2. Penguasan produk nasa yang berupa POC NASA ke batang yang terkena penyakit blendok tersebut.Lakukan sesering mungkin.


semoga beermanfaat,,,
salam NASA :)

Investasi Jitu, Budidaya Karet 4,6 Juta / Bulan

|0 komentar
Tanaman Karet ( Hevea Braziliensis ) kebanyakan di tanam di luar jawa yang lahannya luas. Untuk lahan sempit apakah masih ada keuntungannya ? Jawabannya ada !
Dengan lahan seluas 0.2 hektar pun kita masih bisa memanen sadapan dari pohon yang kita tanam, jadi jangan khawatir.

Memanen tanaman tahunan ( baik yang diambil bagian tanamannya, atau diambil kayunya ) saat ini sedang digandrungi banyak orang. Selain mendapatkan penghasilan dengan stabil ( karena umurnya yang lama yang lama ), penanam juga sekaligus melakukan usaha konservasi. Setelah tanaman keras / tahunan berproduksi, perawatan selanjutnya biasanya lebih mudah dan murah daripada tanaman holtikultura. Untuk itu, majalah trans agro memilih karet sebagai salah satu topic kali ini.

Ditemui di kediamannya di kota sejuk Wonosobo – Jawa Tengah, Hermanto (43) dengan mantab menjelaskan bahwa budidaya karet sangat menguntungkan. Pria ini menjelaskan seluk beluk tentang tanaman yang sangat prospektif ini. “awal mulanya, kita melakukan kerjasama dengan PT. JA Wattie untuk mengebunkan karet ini di seputaran wonosobo,” katanya membuka kisah. PT tersebut adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agribisnis skala nasional. Saat ini Hermanto bersama warga sudah berhasil menanam sekitar 50 hektar tanaman karet dan 30 hektar sudah mulai produksi.

Tanaman Karet bukan Tanaman asli Indonesia, tapi didatangkan dari luar negeri. Diluar negeripun, lateks dikenal belakangan. Dahulu, sebelum karet dikenal, para penduduk Amerika menggunakan tanaman yang lain juga menghasilkan getah. Setelah karet kemudian diketahui dapat menghasilkan lateks dapat jumlah yang banyak, maka tanaman lain pun ditinggalkan. Tanaman karet ini merupakan tanaman dari brazil yang kini telah banyak dikembangkan di banyak tempat termasuk Indonesia. Tanaman dari suku Euphorbia ini banyak dibudidayakan oleh PTPN. Seiring dengan keuntungan yang menjanjikan, banyak perorangan yang juga mengusahakan tanaman karet ini. Walaupun bisa dikembangkan dilahan sempit, karet tetap menuntut jarak tanam tertentu. Jarak tanam yang terlalu sempit akan menyebabkan tanaman menjadi lambat dalam pencapaian lilit batang sadap. Selain itu juga menyebabkan tanaman rentan penyakit dan tajuk gampang patah.

Dalam satu hektar, idealnya populasi tanaman adalah 500 – 600 pohon, atau jarak tanamnya sekitar 7 x 3 meter. Jarak tanam ini tidak baku, namun bisa sesuaikan menurut kondisi setempat. Untuk mendongkrak hasil lateks sesuai dengan jenis / klon yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Klon yaitu keturunan unggul yang diperoleh dengan cara pembiakan vegetatif. Untuk klon ini, terbagi menjadi tiga, yaitu klon penghasil lateks . Klon penghasil kayu dan klon penghasil lateks dan kayu sekaligus.

Proses penyadapan menjadi hal yang penting dalam budidaya tanaman karet. Penyadapan adalah proses membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar getah cepat mengalir. Proses ini harus dilakukan dengan hati – hati dan sesuai dengan atural yang berlaku. Kesalahan dalam penyadapan maka pohon bisa rusak dan berhenti memproduksi lateks pada waktu yang masih belum saatnya.

Seiring pertumbuhan industri dan ekonomi dunia, kebuthan akan natural rubber ( karet ) sebagai bahan industri akan terus meningkat, sedangkan areal perkebunan karet makin terbatas sehingga harga komoditas karetpun akan terus naik. Statistic harga karet dunia sepuluh tahun terakhir dari tahun 2000 – 2010 menunjukan kenaikan  per tahun rata – rata sekitar 20-an %, dan harga rata – rata untuk tahun 2011 saja mencapai USD 4.5 ( sumber Indexmundo). Produksi lateks per satuan luas dalam kurun waktu tertentu dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain klon klon karet yang digunakan, kesesuaian lahan dan agroklimatologi, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan, system dan manajemen sadap dan lainnya. Dengan asumsi bahwa pengeloan kebun plasma dapat memenuhi seluruh criteria yang dengan dikemukakan dalam kultur tekhnis karet diatas, maka estimasi produksi dapat dilakukan dengan mengacu pada standar produksi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat atau Balai Penelitian Karet.

Untuk mempercepat pengembangan karet saat ini Hermanto sedang mengusahakan kerjasama dengan BRI dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten wonosobo untuk menggulirkan program Kredit Energi Nabagi dan Revitalasi Perkebunan ( KPEN-RP), program ini sebagai upaya peningkatan produksi karet nasional dan membantu para petani dalam hal akses modal dari lembaga keuangan dengan modal dari lembaga keuangan dengan bunga yang rendah karena adanya subsidi dari pemerintah. Untuk jenis tanaman karet yang ditanamnya, bapak dua anak ini mengatakan , tanaman yang ditanam sesuai dengan rekomendasi Balai Penelitian Karet Departemen Pertanian adalah klon lateks PB 260. berikut adalah proyeksi produksi dan cahflow perkebunan karet menggunakan bibit quick starter dengan luas 1 Hektar, jumlah tanaman 460 pohon dengan asumsi harga karet Rp. 35.000, diluar biaya sewa lahan. Penghasilan rata – rata perbulan untuk 1 Ha adalah Rp. 4.6 Juta, atau Rp. 1 Juta perbulan per 100 pohon.

Tanaman karet bisa disadap pada usia 6 tahun, namun adanya dengan klon tipe quick starter tanaman karet bisa disadap pada usia 4.5 tahunan, sedangkan harga bibitnya, bibit karet di pasaran dijual dalam 3 bentuk :

    Benih Biji
    Okulasi Mata Tidur ( OMT )
    Bibit Polibag 1 atau 2 payung

Untuk harga polibag berkisar antara Rp. 6.500 s.d 12.000, sedangkan untuk OMT berkisar antara Rp. 3500 – 8000, dan untuk biji sekitar Rp. 100 – 1000 per biji, tergantung kualitas dan lokasi pembibitan. Untuk memaksimalkan bagi hasil, tanaman karet muda bisa ditumpang sari dengan tanaman lain sehingga para petani bisa mendapatkan tambahan. Pendapatan tambahan ini penting untuk sekedar pemasukan atau digunakan sebagai biaya perawatan.

Saat ini masyarakat wonosobo yang tergabung dalam gapoktan akan menerima kucuran dana dari Bank BRI. Dana ini nantinya digunakan untuk dana pengembangan budidaya tanaman karet. Dan tersebut bernama Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (  KPEN-RP ). KPEN-RP juga nantinya ditujukan ke sector hilir ( off-farm) yaitu industri pengolahan getah karet menjadi bahan pengolahan karet menjadi bahan baku standart Indonesian rubber dan barang jadi, sehingga diharapkan pengembangan karet ini akan bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan keseluruh stakeholder secara berkelanjutan. Nah, semakin menarik bukan, budidaya karet ini ?

semoga bermanfaat,,,
salam NASA :)

Kerontokan Bunga & Buah Sangat Kecil Dengan Memakai Produk Nasa

|0 komentar
sukemiPertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bpk. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal bertanam cabai. Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik.
Bpk. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP. Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman.
Dosis yang diberikan : POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter - 2 meter.
Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur.
Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabai, ujarnya mengakhiri.
sekarang tinggal anda yang membuktikanya,,,,
semoga bermanfaat,
salam NASA :)

Rabu, 26 Desember 2012

TEKNIS BUDIDAYA CABAI NASA

|0 komentar
A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.

PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B. FASE PRATANAM

1. Pengolahan Lahan
· Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
· Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
· Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
· Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
· Siramkan SUPER NASA (1 bt) / POC NASA (1-2 bt)
- SUPER NASA : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk,Atau
1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.

- POC NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 - 10 meter.

· Campurkan GLIO 100 - 200 gr ( 1 - 2 bungkus ) dengan 50 - 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.

· Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan 1 - 2 minggu ).

2. Benih
· Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.

C. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)
1. Persiapan Persemaian
· Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
· Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.

2. Penyemaian
· Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
· Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS
· Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban

3. Pengamatan Hama & Penyakit


a. Penyakit
· Rebah semai ( dumping off ), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
· Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
· Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA

b. H a m a
 · Kutu Daun Persik ( Aphid sp.),
Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan  pucuk daun, biasanya kutu daun persik          bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
 · Hama Thrip parvispinus,
gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.

· Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus).
Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip

D. FASE TANAM

1. Pemilihan Bibit
· Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
· Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari)

2. Cara Tanam
· Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
· Plastik polibag dilepas
· Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.


 3. Pengamatan Hama
· Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon )
aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI

· Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ),
Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURAVIREXI atau PESTONA.
· Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

 E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.

Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :
Jenis Pupuk1 - 4 minggu ( kg ) 5 - 12 minggu ( kg )
Urea756
SP-36728
KCl728
Catatan :
- Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)
- Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi)

3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.
5. Pengamatan Hama dan Penyakit
· Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat Atas.
· Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
· Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
· Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
· Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha.Untuk pencegahanya Anda bisa gunakan METILAT ( Lem Lalat Buah )
· Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.

F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pemanenan
· Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
· Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
· Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA+ Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph

2. Cara panen :
· Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
· Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
· Penyortiran dilakukan sejak di lahan
· Simpan ditempat yang teduh

3. Pengamatan Hama & Penyakit
· Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak

catatan: Anda bisa mengganti POC NASA dengan GEENSTAR,,,
SEMOGA BERMANFAAT,,,
SALAM NASA :)

BUDIDAYA SINGKONG NASA

|0 komentar
BUDIDAYA SINGKONG NASA
Singkong atau Ketela Pohon mempunyai nilai Ekonomi tinggi selain menjadi Bahan Baku tepung,Benang,serta makanan olahan lainya juga dapat di gunakan untuk bahan energi alternatif.Di Lapangan Budidaya Singkong masih mengandalkan cara cara Tradisional sehingga hasil Panen masih rendah.
Budidaya Singkong atau Ketela Pohon dengan memakai Tehnologi Organik Nasa terbukti telah meningkatkan Hasil Panen,Dan sudah banyak yang membuktikanya,tinggal giliran anda :) ( bisa dilihat di vcd Kesaksian ).

 1. PEMBIBITAN SINGKONG
a. Bibit berupa stek batang
b. Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai setengah
c. Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25 – 30 batang stek.
d. Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut kelokasi penanaman.

2. PENGOLAHAN MEDIA TANAM SINGKONG
Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian.
Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti permbersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.

3. PENANAMAN SINGKONG
1. Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi.
Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif yaitu : 100 x 100 cm, 100 x 60 cm atau 100 x 40 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 x 100 cm atau 200 x 150 cm.
2. Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon, kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk Poc Nasa+Hormonik yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman dilahan hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit.





4. PEMUPUKAN SINGKONG
Sistem pemupukan menggunakan teknologi Organik Nasa , dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia/anorganik sampai dengan 50%, adapun cara pemupukannya adalah sebagai berikut :
>> Berikan pupuk kandang/kompos disetiap lubang yang akan ditanami bibit kebutuhan untuk 1 hektar sebanyak 5 ton atau 5.000 kg.

>>3 hari sebelum tanam diberikan 2 kg SuperNasa per hektar dengan campuran setiap 1 Kg Supernasa dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar) disemprotkan pada lahan secara merata disarankan disemprotkan pada pupuk kandang/kompos agar fungsi dari pupuk kandang/kompos lebih maksimal.

>>Setelah 3 hari bibit / stek siap ditanam
>>5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 40 kg, TSP/SP36 : 50 kg dan KCL : 40 kg pada lahan 1 hektar, 1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.

>>Pemberian Organik Nasa selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan :2 liter, umur 4 bulan : 2 liter, umur 6 bulan : 2 liter.

>>Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk NPK dengan dosis
Urea : 60 kg, dan KCL : 60 kg.
Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan NPK sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.

6. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN SINGKONG
Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur ± 4-5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat.
Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah.
System yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai kedaerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan system genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.


7. WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA/INSEKTISIDA
Untuk singkong yang terserang jamur upas, semprot dengan Natural Glio
selamat mencoba …. :)

Senin, 24 Desember 2012

SUKSES BERKAT SINGKONG ( KUNJUI )

|0 komentar
siapa yg tak kenal tanaman yang satu ini,mungkin kita semua sudah tidak asing lagi.
yah ..... dialah ubi jalar atau yang lebih di kenal dengan nama singkong,memang terlihat dan terdengar biasa saja,namun di balik itu semua singkong ternyata mempunyai nilai tinggi dalam bisnis.

seperti yang di lakukan Bpk.Yordan Bangsaratoe,dia bisa sukses berkat usahanya berkebun singkong,
Beliau Pensiun dini dari sebuah bank, berpendidikan sarjana, dan datang dari keluarga berada, Yordan Bangsaratoe memilih menjadi pekebun singkong, bahan baku bioetanol. Beragam cibiran seperti orang gila, tak menyurutkan niatnya. Kini dari kebun singkong ia menuai laba bersih Rp40-juta per ha, jauh lebih besar ketimbang gaji sebagai karyawan bank. Rahasianya? Ia menggenjot produksi hingga 120 ton/ha; pekebun lain rata-rata cuma 20-30 ton per ha.

Usianya 38 tahun ketika bank tempatnya bekerja selama 9 tahun itu dilikuidasi. Namanya tercatat dalam deretan karyawan yang harus ‘pensiun dini’. Sarjana Ekonomi alumnus Universitas Lampung itu sempat gamang. Untuk apa uang pesangon itu? Ia akhirnya memutuskan menanam singkong, komoditas yang banyak diusahakan di Lampung. Yordan tertantang lantaran banyak petani singkong di bumi Ruwai Jurai itu miskin. Setelah bertemu peneliti, berselancar di dunia maya, dan membaca pustaka, Yordan menyambung bibit singkong. Ia menjadikan singkong kasetsart sebagai batang bawah dan singkong karet sebagai batang atas. Kasetsart dipilih sebagai batang bawah karena unggul. ‘Potensi hasilnya mencapai 30 ton/hektar,’ kata Yordan.
Soal singkong karet? Varietas yang tidak menghasilkan ubi itu berdaun rimbun. Yordan berasumsi, dengan banyaknya jumlah daun, maka pertumbuhan ubi semakin besar. Sebab, daun tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Dari proses itu dihasilkan makanan yang akan dipasok ke seluruh bagian tanaman. Sedangkan kelebihannya akan disimpan dalam umbi. Penyambungan itu ia lakukan sendiri untuk menghasilkan 4.400-4.500 bibit. Itu cukup untuk penanaman di lahan 1 ha. Ayah 2 anak itu menyiapkan bibit pada musim kemarau.

Sambungan antara singkong kasetsart dan singkong karet diikat dengan plastik. Ia rutin mengontrol pertumbuhan bibit di persemaian selama sebulan. Jika terjadi penyumbatan alias bottleneck, dipastikan sambungan tidak sempurna, jadi tidak layak dijadikan bibit. Bila kulit batang dan gabus berwarna putih dan tumbuh mata tunas, maka penyambungan itu berhasil. Pupuk Sebulan pascapenyambungan, ia memindahtanamkan bibit ke lahan setelah memotong bagian akar. Yordan membudidayakan anggota famili Euphorbiaceae itu berjarak tanam 1,5 m x 1,5 m sehingga populasi 4.400-4.500 batang per ha. Itu cukup memberikan ruang bagi singkong untuk tumbuh maksimal. Bandingkan dengan jarak tanam pekebun lain 1 m x 1 m-total populasi lebih dari 9.000 tanaman-sehingga tampak rapat. Dampaknya, produksi justru rendah. Menurut Yordan, jarak tanam lebar bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi singkong.
‘Komposisi pupuk kunci utamanya, bukan banyaknya pupuk,’ kata pria kelahiran 11 Desember 1960 itu. Yordan menaburkan 5 ton pupuk kandang per ha di lahan yang sudah diolah. Empat hari usai tanam, ia menambahkan 0,5 gram pupuk NPK di sekeliling batang. Total pupuk NPK yang diberikan 200 kg. Ia kembali memberikan total 300 kg NPK ketika kerabat karet itu berumur 3 bulan. Yordan memanen singkong berumur 10 bulan. Produktivitas ubikayu yang dibudidayakan di Madukoro, Lampung Utara, itu mencapai 30 kg per tanaman atau sekitar 120 ton per hektar. Saat ini, ia mengebunkan 17 ha. Dengan begitu ia mampu memanen 80 ton singkong per hari. Dengan kadar pati 30%, hanya perlu 4 kg singkong untuk menghasilkan 1 liter bioetanol; varietas lain, 6 kg.
Yang juga menerapkan sistem budidaya intesif adalah Tjutju Juniar Sholiha, pekebun singkong di Sukabumi, Jawa Barat. Ia berpegang pada komposisi pupuk untuk memaksimalkan singkong varietas darul hidayah. ‘Bila tidak dipupuk, bobot umbi paling 15-20 kg. Tapi dengan pemupukan intensif, produksi menjulang 20-40 kg per tanaman,’ katanya.
Rendam Sebelum menanam, Tjutju merendam bibit sepanjang 10-15 cm dalam pupuk organik cair selama 3 jam. Bukan cuma sebagian, tetapi seluruh permukaan bibit terendam dalam pupuk. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Ia menanam bibit-tanpa daun-berjarak 2,5 m x 1 m sehingga total populasi 5.000 tanaman.

Alumnus Fakultas Biologi Universitas Nasional itu langsung memberikan 1 kg kompos per tanaman sekaligus menyiramkan pupuk organik cair. Hanya dalam waktu 2 pekan, bibit memunculkan tunas muda. Perempuan kelahiran Bandung 17 Juni 1969 itu kembali memberikan pupuk organik cair pada bulan kedua dan keempat dengan total dosis per bulan sebanyak 2 liter untuk seluruh tanaman. Sedangkan pada bulan ketiga dan kelima ia memberikan 600 kg Urea dan 495 kg NPK di bawah tajuk tanaman. Setelah bulan kelima hingga panen, ia tak pernah memupuk lagi. Oleh karena itu, penanaman sebaiknya saat musim hujan. Dengan budidaya seperti itu Manihot utillisima berproduksi maksimal, 200 ton per hektar atau rata-rata 40 kg per tanaman. Bahkan ia pernah memanen 100 kg umbi dari 1 tanaman. Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor, singkong darul hidayah yang dikembangkan Tjutju berkadar pati 32%.
Yordan dan Tjutju mantap berkebun singkong lantaran pasar terbuka lebar. Produsen bioetanol dan tapioka menyerap singkong produksi mereka. Dengan harga Rp520 per kg, Yordan meraup omzet Rp62-juta per ha. Padahal, biaya produksi hanya Rp130 per kg sehingga laba bersih Yordan Rp46-juta per ha. Saat ini ia mengelola 10 ha lahan. Tingginya produksi singkong mereka menjadi incaran Korea, China, Taiwan, dan Kamboja. ‘Karena produksi bibit masih terbatas, saya baru akan memasok Kamboja,’ kata Tjutju.
(Lani Marliani/Peliput: Faiz Yajri)

semoga bermanfaat..... :)
salam Nasa

TANYA JAWAB NASA

|0 komentar

Di bawah ini adalah pertanyan-pertanyaan umum yang biasa di tanyakan oleh para konsumen tentang produk NASA :

1.Apa perbedaan POC NASA dan POP SUPERNASA?

Jawab : Kandungan unsur makro dan mikro, humat dan fulvat POP SUPERNASA lebih tinggi dari POC NASA sehingga POP SUPERNASA untuk disiramkan (tidak disemprot ke tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi penggunaan pupuk makro lebih banyak (25% – 50%) daripada POC NASA (12,5% – 25%). Pelepasan unsur hara POP SUPERNASA bersifat slow release (bertahap) dibanding POC NASA. POP SUPERNASA mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam memperbaiki tanah rusak dibandingkan POC NASA. Guna dan Gejala masing-masing unsur hara dapat dilihat di belakang.

2.Apakah POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK harus dipergunakan bersama-sama?

Jawab : POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK tidak harus dipergunakan sama-sama tetapi jika dipergunakan bersama-sama akan lebih optimal.

3.Untuk apa saja penggunaan POC NASA dan POP SUPERNASA?

Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA dipergunakan untuk pertanian (semua jenis tanaman pangan, holtikultura (buah, sayur, tanaman hias), tanaman tahunan/perkebunan, perikanan (kolam, tambak) dan peternakan (unggas dan ternak).

4. Mengapa tanaman membutuhkan POC NASA dan POP SUPERNASA?

Jawab : Tanah-tanah di Indonesia menunjukkan gejala semakin keras akibat penumpukan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah yang tidak hancur dan terikat selama puluhan tahun. Tanah yang keras akan menyebabkan pemberian pupuk tidak dapat optimal diserap oleh tanaman selain perkembangan akar tanaman akan terganggu. NASA akan melarutkan sisa pupuk kimia tersebut sehingga tanah kembali menjadi gembur kembali selain sisa pupuk kimia tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman. Selain itu, tanah-tanah kita kekurangan 10 unsur hara essensiil (mutlak/wajib dibutuhkan tanaman) karena selama ini hanya 3 jenis unsur hara essensiil saja yaitu Urea (N), TSP/SP-36 (P) dan KCl (K) yang sering diberikan, sedangkan tanaman untuk tumbuh akan menyerap paling tidak 13 unsur hara essensiil dan setelah panen tentu 13 jenis unsur hara kan hilang dari lokasi penanaman bersama dengan hasil panen yang diangkut ke luar areal penanaman. Kondisi ini di Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun sehingga mudah dimengerti jika tanah-tanah kita kekurangan terutama 10 jenis unsur hara essensiil. Penggunaan NASA bersama dengan N, P dan K secara berimbang akan mengatasi masalah tersebut.

5. Apa bahan baku POC NASA dan POP SUPERNASA dan proses pembuatannya?

Jawab : Bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan serta “bumbu-bumbu” alami lainnya yang diproses secara alamiah selama 4 bulan hingga jadi.

6. Apa kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA?

Jawab : Kandungan unsur POC NASA dan POP SUPERNASA terdapat ± 90 unsur mengingat bahan bakunya yang mengandung ± 90 unsur tetapi yang dicantumkan hanya 13 jenis unsur makro dan mikro (merupakan unsur yang mutlak/wajib dibutuhkan oleh semua tanaman yaitu unsur N, P, K, Mg, Ca, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Zn, B dan Mo), dilengkapi juga asam humat dan fulvat (perbaikan tanah), Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA)/Auksin, Giberelin dan Sitokinin serta asam-asam amino (protein) dan lemak nabati.

7. Apa guna 13 jenis unsur hara?

Jawab : 13 jenis unsur hara merupakan “4 sehat 5 sempurna”-nya tumbuhan. Untuk tumbuh dan berproduksi dengan sempurna, tanaman mutlak (wajib) mendapatkan 13 jenis unsur hara. Kekurangan satu jenis saja sudah akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produksi.

8. Apa peran Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)/hormon pada tanaman?

Jawab : Fungsi penting ZPT adalah untuk proses pembentukan perakaran, mempercepat pertumbuhan tanaman, merangsang tanaman berbunga dan berbuah serta mencegah/mengurangi tingkat kerontokan bunga dan buah.

9. Apa peran Humat dan Fulvat?

Jawab : Peran humat dan fulvat adalah untuk melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah), sebagai pelarut TSP/SP-36, membantu menstabilkan pH, mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah, juga akan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah.

10. Apa peran asam-amino (protein) dan lemak nabati?

Jawab : Peran asam amino dan lemak nabati adalah untuk memacu tingkat produksi unggas, ternak dan ikan sekaligus mengurangi tingkat kematian. Selain asam-amino dan lemak nabati NASA juga mengandung mineral-mineral alam selain 13 unsur hara seperti Na, Cl, Si, Mo, Cr, V dan As yang dibutuhkan juga oleh unggas/ternak dan ikan.


11. Bagaimana penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK pada tanaman semusim?

Jawab :
- Jika dipergunakan bersama-sama, maka POP SUPERNASA disiramkan sebelum tanam untuk pupuk dasar, POC NASA dan HORMONIK disemprotkan ke tanaman untuk pemeliharaan
- Jika hanya menggunakan POC NASA dan HORMONIK, maka setengah dosis POC NASA disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupuk dasar dan setengah dosis sisanya beserta HORMONIK disemprotkan ke tanaman untuk pemeliharaan.

- Jika hanya menggunakan POP SUPERNASA, maka 3/4 dosis disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupu dasar dan 1/4 dosis disiramkan ke tanah untuk pemeliharaan.



12. Padiku umur 40 hari, apakah habis menyemprot dengan pestisida padiku boleh disemprot dengan NASA - HORMONIK, atau selang berapa hari sesudahnya???

jawab :
Tidak ada keharusan untuk menunda penyemprotan, karena produk yang bapak akan aplikasikan adalah pupuk. Lain halnya jika setelah pestisida bapak menyemprot dengan BVR.. ini akan mengurangi efektifitas penyemprotan.
 
13. Untuk penyemprotan padi dengan POWER NUTRITION dan HORMONIK yang bagus waktu pagi apa sore?

jawab :
POWER NUTRITION sebaiknya untuk ditaburkan bukan disemprotkan, namun jika disemprotkan dengan konsentrasi rendah bisa juga. 

14. Bagaimana cara pemupukan mangga yang udah berumur 7 tahun tidak dipelihara, supaya buahnya banyak? 
 
jawab :
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah memangkas daun (pangkas bentuk pohon) agar bisa berbentuk baik dan bercabang produksi lebih banyak. Kedua lakukan pemupukan dengan Dolomit 0,25 kg bisa dengan cara dikocorkan atau ditaburkan di piringan. Kemudian setelah 15 hari bisa kita pupuk dengan NPK 0,25 kg + produk NASA , kami sarankan dengan POWER NUTRITION 3 sdm . Kemudian penyiraman yang cukup agar tanaman bisa menyerap pupuk yang kita berikan. Ulangi lagi 2 bulan kedepan (tanpa dolomit) , dengan tercukupinya unsur hara, hormon dan air, semoga pohon buah bapak bisa cepat berbuah . 
 
15. Kami punya mangga dan sudah 2x berbunga, tetapi setiap berbunga, selalu rontok, tidak pernah menjadi buah..kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ? 
 
jawab :
Rontoknya bunga / buah pada mangga bisa karena kurang hormon, kurang unsur kalium , kekeringan , atau hama penyakit. Gunakan POWER NUTRITION rutin 2-3 sdm + NPK 2-3 sdm per aplikasi, 1-2 bulan danjangan sampai kekeringan, dan pencegahan hama penyakit terutama penggerekbatang dan buah dengan BVR. 
 
16. Untuk mendapat hasil sampai kira-kira 15 ton ( PADI ), pupuk NASA yang digunakan per hektar biasanya berapa? Terus jenisnya apa saja? 
 
JAWAB : 
Produk NASA yang bisa digunakan antara lain SUPERNASA 5 kg, POWER NUTRITION 5 kg, POC NASA 5-7 liter, dan HORMONIK 1 liter, dan penggunaan NPK yang sesuai dengan standar rekomendasi dinas pertanian setempat. Namun perlu diperhatikan bahwa syarat lain selain pupuk masih sangat banyak misal air, jenis bibit, ketinggian tempat, panjang penyinaran, hama penyakit dll, sehingga pengalaman produk NASA yang bisa dipergunakan bisa menghasilkan hasil tinggi adalah juga karena faktoir lainnya mendukung.

SILAHKAN TANYAKAN JIKA ADA YANG KURANG JELAS DALAM MENU KOMENTAR DI BAWAH,,,,,
SALAM NASA :) 

Minggu, 23 Desember 2012

Peluang Menggiurkan Ternak Ayam Kampung Super (Twaistrisna Hepiprana, S.Pt.)

|0 komentar


Kebutuhan daging ayam kampung dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Selain didasarkan rasa dan kualitas daging ayam kampung yang lebih gurih dengan tekstur daging yang lebih kenyal, tidak lembek akan meningkatkan cita rasa masakan ayam kampung, dari segi kesehatan pun lebih baik terutama kandungan protein daging ayam kampung yang lebih tinggi dibandingkan kolesterolnya. Hal ini menyebabkan ternak ayam kampung menjadi bisnis yang cukup potensial dan menjanjikan.
Dengan pola pemeliharaan yang tidak terlalu rumit, dimana lahan yang tidak terlalu luas pun dapat dijadikan tempat kandang ayam, baik model alas kandang langsung tanah ataupun kandang berbentuk panggung. Meskipun demikian, kendala yang dihadapi para peternak ayam kampung adalah lambatnya pertumbuhan ayam kampung yang bisa membutuhkan 4-6 bulan untuk menghasilkan bobot badan 1 kg. Hal ini berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen dalam waktu 35-40 hari saja. Namun saat ini persoalan tersebut sudah bisa diatasi dengan kehadiran jenis ayam kampung super atau ayam jawa super yang merupakan hasil persilangan antara pejantan ayam kampung lokal dengan indukan ayam ras yang memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, sehingga anakannya pun memiliki pertumbuhan yang cepat juga, tetapi secara fisik seperti warna bulu, bentuk tubuh dan daging tetap menunjukkan jenis ayam kampung. Ternak ayam kampung super dikatakan lebih menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan 45 sampai 60 hari, ayam kampung super sudah bisa dipanen dengan berat rata-rata 0,8 – 1 kg per ekornya. Sehingga dalam 1 tahun para peternak ayam kampung super dapat memelihara 4-5 periode. Dengan demikian penghasilan yang akan diperoleh peternak pun akan lebih banyak sesuai dengan jumlah periode pemeliharaan yang dilakukan.
Masa panen ternak ayam kampung super yang lebih singkat tersebut, hal ini memberikan banyak keuntungan diantaranya resiko kematian yang kecil dan menghemat biaya pemeliharaan termasuk pakan ayam. Dari segi harga jual, ayam kampung harganya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, berkisar dari 20 ribu sampai 25 ribu per kilogram. Tergantung pada keadaan pasar yaitu jumlah permintaan dan pemenuhan daging ayam kampung yang terjadi di pasaran, baik pasar tradisional maupun pemenuhan produk daging ayam kampung di pasar-pasar modern seperti swalayan atau supermarket.

Analisis Usaha Ayam Kampung super
Jika anda berminat dalam usaha budidaya ternak ayam kampung super ini , berikut analisis bisnis ternak ayam kampung super per 100 ekor :
A. Pengeluaran
No Keterangan Harga Satuan Jumlah Unit Jumlah
1. Pembelian bibit Ayam Kampung super Rp. 4.000 per ekor 100 ekor Rp. 400.000
2. Pakan 0 – 60 hari Rp. 226.000 per kg 4 Sak Rp. 904.000
3. Produk Vitamin Mineral NASA dan Vaksinasi Rp. 100.000 Rp. 100.000
Jumlah Rp 1.404.000,-

B. Pemasukan
Diasumsikan angka kematian ayam kampung super adalah 10 ekor dari jumlah 102 ekor ( 1 box berisi 100 ekor plus bonus 2 ekor) maka pada saat panen masih tersisa 92 ekor dengan berat rata-rata apabila habis pakan 4 sak adalah 0,8 – 1 kg.
Harga ayam terendah adalah Rp 17.000,-/kg (hanya terjadi pada panenan bulan November
dan Februari). Fluktuasi harga antara Rp 17.000,- s.d Rp. 25.000,- per kilogram (kg).
No Keterangan Harga Satuan Jumlah Unit Jumlah
1 Penjualan Ayam Rp 22.000/kg 0.9kg x 92 = 82.8 kg 1.821.600
Jumlah Rp 1.404.000,-
Pendapatan Bersih per 100 ekor = Pemasukan – Pengeluaran
= Rp 1.821.600 – Rp.1.404.000
= Rp 417.600,
Jadi keuntungan bersih per 100 ekor ayam kampung super adalah Rp. 417.600,-. Untuk meningkatkan keuntungan kita dapat melakukan berbagai strategi seperti : mencari informasi yang luas tentang perusahaan pembibitan ayam kampung super, dimana kita berupaya mendapatkan bibit ayam kampung super yang bagus kualitasnya, tetapi harga lebih murah per ekornya. Demikian pula dengan sumber bahan pakan ternak, kita berupaya memanfaatkan bahan baku pakan lokal sebagai pakan campuran dengan pakan pabrik sehingga biaya produksi pakan lebih efektif dan efisien, tetapi harus tetap memperhatikan kelengkapan nutrisi pakan ayam kampung super sehingga produktivitasnya bisa lebih ditingkatkan. PT. NATURAL NUSANTARA memiliki produk unggulan pakan pelengkap ternak yaitu produk VITERNA, POC NASA dan HORMONIK yang berasal dari bahan-bahan organik dan mengandung nutrisi lengkap seperti vitamin, mineral dan protein. Keunggulan produk NASA tersebut yaitu untuk memacu pertumbuhan ayam kampung super sehingga lebih cepat dipanen dengan bobot yang layak jual antara 0,8 – 1 kg dalam waktu yang lebih singkat sekitar 40 hari, sehingga dapat menghemat pengeluaran biaya pakan. Selain itu manfaat produk NASA tersebut diatas akan meningkatkan stamina tubuh ayam sehingga dapat menekan angka kematian. Pemberian produk NASA pun dapat mengurangi bau kotoran dalam kandang yang akan menekan angka kestresan pada ayam dan dampak sosial dengan daerah pemukiman sekitar kandang. Strategi selanjutnya untuk meningkatkan keuntungan peternak yaitu aktif mencari informasi berbagai pedagang ayam kampung super yang mau membeli dengan harga lebih tinggi, meskipun secara umum harga yang ditawarkan pedagang hampir sama, namun dengan peternak meminta harga beli yang lebih baik dan proporsional maka dengan sendirinya peternak sudah berlatih menjadi seorang pengusaha peternakan yang memiliki upaya memperluas informasi dan jaringan bisnis serta daya tawar tinggi. Ayo Beternak untuk lebih sejahtera.
semoga bermanfaat...salam Nasa