Tampilkan postingan dengan label Pentana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pentana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

GLIO ( agen hayati untuk jamur )

|0 komentar

MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO ?
1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
3. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
5. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

SASARAN

Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.
PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit Fungsi/sasaran utama :
-Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
-Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :
-Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
-Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)


Sebagaimana kita ketahui bersama serta baiknya mesti tahu bahwa pengendalian hama dengan biologi atau pengenda­lian hayati memperoleh perhatian yang cukup besar didunia pertanian. Berkaitan hal ini diantaranya dikarenakan oleh kesadar­an penduduk yang makin tinggi dapat bahayanya dampak samping penggu­naan pestisida kimia baik pada ma­nusia ataupun lingkungan. Efek ne­gatif pemakaian pestisida yang kurang bijaksana dapat menyebabkan resistensi hama, resurgensi hama, timbulnya hama ke-2, terbunuhnya jasad bukan hanya tujuan ( musuh alami, residu pestisida serta pencemaran lingkungan. kecen­derungan penduduk untuk nikmati hasil – hasil pertanian yang bebas residu pestisida makin meningkat. di sam­ping kebijaksanaan pemerintah didalam pengendalian dengan sistem pengelo­laan hama terpadu ( pht ) cocok uu no. 12 th. 1992 juga mendorong untuk berikan peluang peran yang besar pada pengendalian hayati.

Di antara agens hayati yang dapat dipakai sebagai pengendalian hayati atau biologi yaitu jamur entomopatogenik ( jamur yang mengonsumsi hama ) serta jamur antagonis ( jamur yang mengonsumsi jamur ) ada sebagian alasan kenapa jamur entomopatogenik serta jamur antagonis banyak jadi pilihan untuk pengendalian hama penyakit daripada organisme lain. salah satunya jamur entomopatogenik serta jamur antagonis memiliki kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya pendek, bisa membentuk spora yang bisa bertahan lama di alam, apalagi didalam situasi yang tidak beruntung walaupun. selain itu relatif safe, berbentuk selektif, cocok dengan beragam insektisida, relatif gampang diproduksi, kemungkinan menyebabkan resistensi amat kecil. disamping itu, di sebagian negara maju sudah dipakai dengan teratur serta meluas, contohnya rusia sudah memakai beauveria bassiana untuk mengendalikan penggerek umbi kentang, colarado potato beetle ( laspeyresia pomonella ).

Kesuksesan pemakaian jamur en­tomopatogenik serta jamur antagonis di lapangan amat di pengaruhi oleh factor lingkungan ( suhu, kelembapan ), jumlah spora ( terhitung viabilitas serta virulen­sinya ) yang disemprotkan, hingga kemungkinan spora hingga tujuan cukup banyak. di samping itu butuh di­ketahui biologi hama atau daur hidupnya supaya waktu penyemprotan bisa lebih pas. juga waktu penyemprotan mesti betul-betul pas, maksudnya tidak di­semprotkan pada saat matahari terik, baiknya aplikasinya pada saat men­dung atau sore hari.

Natural Glio


Viabilitas ( daya hidup ) spora jamur entomopatogenik serta jamur antagonis di­pengaruhi oleh factor suhu, kelembapan, ph, radiasi cahaya matahari serta senyawa kimia layaknya nutrisi serta pestisida. perihal ini mutlak untuk dipelajari, karena syarat satu patogen sukses baik dipakai sebagai agensia pengendali hama yakni mesti mempunyai viabilitas serta virulensi ( daya bunuh ) yang terus terpelihara atau tinggi.

Greenstar ( organic modern )

|0 komentar


GREENSTAR Merupakan Terobosan Teknologi Pupuk Organik Modern Berbentuk Serbuk. Greenstar Murni Terbuat Dari Bahan Alami Dengan Fungsi Multiguna. Greenstar Mengandung Lengkap Unsur Hara Makro & Mikro, Serta Di Perkaya Dengan Hormon/ Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Sitokinin & Auksin).










Dengan Menggunakan Greenstar, Pupuk Makro (NPK) bisa DiKurangi 25%. Greenstar Dapat DiAplikasikan Pada Tanaman Semusim, Tahunan, Tanaman Hias & Juga Pembibitan. Greenstar Juga Meningkatkan Produktivitas Secara Kuantitas & Kualitas Dengan tetap Manjaga Kelestarian Lingkungan/Tanah (Aspek K-3) Greenstar DiKemas Unik, Aplikasi Lebih Praktis & Superekonomis & didalamnya berisi 3 sachet.

Pupuk Organic Greenstar menjawab tantangan masa depan eksport pupuk organic indonesia

Harga: Rp.39.000

POWER NUTRITION ( pupuk khusus buah )

|0 komentar

dibuat dari bahan alami pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman.
POWER NUTRITION dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah - buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)
POWER NUTRITION meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
POWER NUTRITION membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
POWER NUTRITION mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga + 75% - 90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
CARA PENGGUNAAN :
1. Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
2. Siramkan ke sekeliling batang tanaman.
3. Pemupukan dilakukan 2 – 4 bulan sekali.
4. Pada musim kemarau pohon disiram air 2 – 4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.

5. Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% – 90%.
POWER NUTRITION
KANDUNGAN UNSUR :
N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45.

Organic Non E. coli
Harga:
PWRK(250gr)Rp.55.000
POWER(500gr)Rp.107.000
POWER 3Kg Rp.474.000 
 


PENTANA ( pestisida organik )

|0 komentar
PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami.

KEUNGGULAN
1. Merupakan pengendali hama organik
2. Mengendalikan hama sasaran secara cepat
3. Mudah diaplikasikan di lapangan

4. Tidak membunuh musuh alami
5. Tidak mencemari lingkungan
6. Mudah terurai (biodegradable)

CARA PAKAI :
Campurkan 15 - 45 cc Pentana + 5 -10 cc Aero + sedikit air dalam wadah,aduk rata lalu tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh.

PETUNJUK KEAMANAN :
Simpan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak HAMA SASARAN UTAMA

Hama : Thrips sp, Aphis sp

Dosis:
1 -3 cc/lt Komoditi:
Cabai, terong, kacang panjang, tanaman hias, jagung, tomat, jeruk, semangka, melon,m dll.

PESTONA ( pestisida organik )

|0 komentar
PESTONA merupakan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan, hortikultura dan tahunan, hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif :
1. Azadirachtin, Alkaloid, Ricin (asam ricin), Polifenol, Eugenol, Sitral, Nikotin, Annonain dll.
2. Kandungan lain : Atsiri Oil, Eucalyptus Oil, Solvent Extraction

PESTONA dibuat dari bahan alami, maka PESTONA bersifat :
1. Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan
2. Relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman.
3. Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.
MEKANISME KERJA :
PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan,
pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.
SASARAN :
wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dll.

ATURAN PAKAI :
Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Aduk sampai merata. Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim. Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.