Tampilkan postingan dengan label hormonik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hormonik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

Budidaya Sengon Dengan Produk Nasa

|0 komentar




Tanaman sengon di kenal mempunyai daya adaptasi yanag luas serta pertumbuhan yang cepat
Penanaman yang cukup intensif dari beberapa petani sengon  di kendal dan Temanggung jawa tengah memberikan gambaran yang lebih jelas tentang prediksi keuntungan yang akan di capai dalam kurun waktu 5-7 tahun ke depan.
Aplikasi produk NASA(SUPER NASA,POC NASA, HORMONIK) yang TERBUKTI mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia cukup banyak,dapat menghasilkan rata-rata pertumbuhan diameter batang 11-14cm dengan rata-rata lingkar batang antara 48-53 serta tinggi tanaman sudah mencapai10-14m,sangat berbeda jauh dengan tanaman yang tidak menggunakan produk nasa yang hanya mencapai diameter batang 6-8 cm dan lingkar batang maksimal 21-38 cm dan tinggi 7-9m dengan umur tanaman 12-16 bulan semenjak tanam.


Tehnik Budidaya Sengon Nasa Dapat Dilakukan sbb:
1. Waktu Tanam : awal musim penghujan.
2. Persiapan Bibit (bibit beli jadi / diluar pembenihan sendiri)
a. Bibit berumur diatas 3 bulan, disiapkan.
b. Disemprot 2 minggu sekali, selama 1 bulan pertama:
dosis 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki (16-18liter).
3. Persiapan Lahan
a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 50 – 100 cm, lebar 1 – 1,5 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali (2m) sehingga diperoleh jarak tanam yang sama (2×2) meter.
b. Pembuatan lobang tanam.
2500 lobang tanam dibuat masing-masing dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
c. Pemberian pupuk dasar
Pupuk diberikan pada dasar lubang, secukupnya, didiamkan 1minggu baru bibit ditanam diatasnya.
Dosis campuran pupuk dasar per 10 lubang (diencerkan dalam 10 liter air) :
- Super NASA : 1 sendok makan (diperes/diratakan) sekitar 3-4gram.
- POC NASA : 4 tutup botol
- Hormonik : 1 tutup botol
Jadi 1 lubang = 1 liter campuran.
Setelah 1 lubang disiram 1 liter campuran, tutup tanah sedikit.
d. Pemberian pupuk lanjutan
Dosis 1 tanaman = 1 liter campuran diatas dapat diberikan 2-3kali dalam setahun.
2 tahun pertama setiap 3-4 bulan, tanaman disemprot:
dosis 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki (16-18liter).
4. Perawatan
a. Penyulaman : jika ada tanaman yang mati.
b. Pemotongan cabang (diatas 10 cm dari batang pohon), jika batang utama bercabang dua dipilih cabang yang gemuk, yg kurus dipotong.

5. Pengendali Hama Organik NASA ( PESTONA )
PESTONA Merupakan pilihan jika ada tanda2 serangan hama tanaman baru disemprotkan,
dosis 8 tutup per tangki (16-18 liter).

Minggu, 04 Desember 2011

SEJARAH PERTANIAN & INOVASI

|0 komentar

                tanah terusak seasia
I. LATAR BELAKANG Sejarah
pertanian di Indonesia secara
intensif telah dimulai kurang
lebih semenjak tahun 1969
pada saat dimulainya program
intesifikasi massal (INMAS)
untuk petani sebagai dampak
revolusi hijau di tingkat dunia.
Pada tahun itu petani mulai
dikenalkan dengan berbagai
jenis pupuk buatan (bersifat
kimiawi), obat-obatan
pembasmi hama-penyakit dan
gulma (pestisida dan
herbisida) serta benih-benih
yang berdaya hasil tinggi.
Selain masalah pengerasan
tanah akibat penggunaan
pupuk kimia yang berlebihan
seperti tersebut di atas,
masalah lain yang patut
diperhatikan di Indoneia
adalah adanya indikasi proses
pemiskinan atau pengurangan
kandungan 10 jenis unsur hara
meliputi sebagian unsur hara
makro yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur) serta unsur hara mikro Yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl (7 jenis unsur). Seperti diketahui saat ini (Journal ilmiah soilscience,1998) dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harustersedia/tidak boleh tidak) 13macam unsur hara untukkeperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya yang sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini
diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak (unsur N, P, K, Ca, S dan Mg) dan unsur hara mikro (7 jenis) yang dibutuhkan lebih sedikit (Unsur Fe, Na, Zn, Mn, B, Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan/menggantikan satu sama lainnya .
Kalau dapat diilustrasikan,ibarat roda mobil dengan setir/kemudi.

Dalam jumlah memang roda
dibutuhkan dalam jumlah
lebih banyak dibandingkan
setir (kemudi). Namun dari
pentingya, roda tidak bisa
mengalahkan/menggantikan
pentingnya kemudi ataupun
sebaliknya kemudi tidak bisa
mangalahkan pentingnya
roda. Dalam hal ini masing-
masing unsur hara mempunyai
fungsi dan peran khusus
sendiri-sendiri terhadap proses
pertumbuhan dan
perkembangan tanaman,
sehingga jika terjadi
kekurangan satu jenis unsur
hara saja akan mengakibatkan
tidak optimalnya pertumbuhan
dan perkembangan tanaman .
Jadi 13 macam unsur hara
tersebut jika pada manusia
ibarat menu makanan 4 sehat
(karbohidrat, daging, sayuran,
dan buah) 5 sempurna (susu)

yang masing-masing
mempunyai peran sendiri-
sendiri.
Unsur-unsur di alam (termasuk 13 unsur hara esensial ),selalu mengalami recycling proses atau proses perputaran, sehingga kandungannya relatif tetap karena selalu kembali lagi ke ketempat semula (berputar). Padahal kita tahu, dalam suatu usaha budidaya tanaman, paling tidak ada sebagian unsur yang tidak kembali lagi ke tanah/lahan tempat semula ditanam karena dibawa keluar areal pertanaman dalam bentuk hasil panen. Kehilangan unsur hara ini semakin di perparah dengan perubahan pola pemanfaatan tanaman. Dari sektor pemupukan dampak dari penggunaan pupuk anorganik/kimiawi disertai paket-paket lainnya yang dikenal dengan nama panca usaha tani menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya, hingga Indonesia dapat mencapai swasembada Pangan tahun 1986 dan mendapat penghargaan dari organisai pangan dunia di PBB (FAO).
Namun peralihan dalam budaya bertani yaitu peralihan dari penggunaan pupuk organik (kandang, kompos, tanaman golongan leguminoceae) ke penggunaan
pupuk anorganik (kimia) dalam jangka yang relatip cukup panjang hingga saat initelah menimbulkan dampak samping yaitu menjadikan tanah-tanah pertanian Indonesia menjadi semakin keras sehingga menurunkan
produktivitasnya

Semakin kerasnya tanah ini bukan disebabkan oleh hilangnya tanah lapisan atas (top soil) tetapi lebih disebabkan penumpukan sisa atau residu pupuk kimia dalam tanah yang berakibat tanah sulit terurai . Hal ini disebabkan karena memang salah satu sifat bahan kimia adalah relatif lebih sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. Jika tanah menjadi semakin keras, maka akan mengakibatkan tanaman akan semakin sulit menyerap pupuk/ unsur hara tanah. Jadi jika tanah semakin keras untuk mendapatkan hasil yang sama dengan hasil panen sebelumnya diperlukan dosis pupuk lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dosis pupuk semakin lama
semakin tinggi.
Selain itu dengan semakin kerasnya tanah, proses penyebaran perakaran dan aerasi (pernafasan) akar akan terganggu yang berakibat akar tidak dapat berfungsi optimal dan pada gilirannya akan menurunkan kemampuan produksi tanaman tersebut.
Sebagai contoh adalah jika dulu padi hanya diambil (dipanen) keluar areal penanaman dalam bentuk gabah saja, sekarang masih ditambah dengan batang padi (bhs.Jawa :”Damen”) untuk keperluan semisal untuk budidaya jamur merang. Tanaman jagung selain
jagungnya, sekarang daun- daun dan batang mudanya juga di bawa keluar areal untuk pakan ternak. Dalam hal ini kehilangan 13 unsur hara esensial dari areal pertanaman semakin banyak. Sementara sebagian besar petani mengembalikan dalam bentuk pupuk hanya terbatas pada 3 jenis unsur saja (N, P dan K). sebenarnya 10 unsur sisanya seharusnya dapat sedikit tertolong jika petani selain memberikan unsur N (Pupuk urea), P (Pupuk TSP), dan K (Pupuk KCL) juga memberi pupuk kandang atau kompos dalam jumlah yang mencukupi. Namun hal ini tidak atau jarang terjadi karena sepeti telah diuraikan di atas yaitu telah terjadi pengurangan pemakaian pupuk kandang atau kompos di tingkat petani karena telah beralih ke pupuk kimia.
Jika hal ini berlangsung terus dalam jangka waktu yang relatif lama (Semenjak tahun 1969 hingga sekarang) dapat dimengerti jika tanah-tanah di Indonesia kekurangan 10 jenis unsur hara esensial seperti tersebut di atas. Secara lengkap, beberapa faktor yang turut berperan terhadap kekurangan unsur hara (terutama unsur hara mikro
adalah sebagai berikut :
1.Kehilangan unsur hara yang diserap tanaman dari tanah dalam betuk hasil panen dan bagian tanaman-tanaman lain karena kegiatan budidaya pertanian yang intensif (terutama di pulau Jawa).
2.Tanah secara alamiah memang berkadar unsur hara mikro rendah (terutama diluar pulau Jawa).
3.Perluasan areal penanaman ke daerah marjinal (kurang subur).
4.Penggunaan pupuk kimiawi beranalisis tinggi.
5.Tingginya penggunaan pupuk kimiawi dan kurangnya pemakaian pupuk organik.
6.Pemupukan TSP (Unsur fosfat) yang terus menerus dan berlebihan akan merangsang kekurangan unsur hara mikro tertentu antara lain Zn.
7.Introduksi varietas unggul baru yang lebih peka terhadap kekurangan unsur hara .
8.Kegiatan budidaya di lahan masam atau pH tinggi, dimana unsur hara mikro tertentu kurang tersedia bagi tanaman. Di tingkat dunia (khususnya negara-negara maju dan berkembang) seiring dengan semakin tingginya kesadaran akan kesehatan dan kualiltas
lingkungan, maka terdapat kecenderungan pergeseran pola konsumsi pada hasil hasil pertanian (tanaman dan daging) yang dibudidayakan secara organik yaitu budidaya yang menggunakan masukan kimiawi seminim mungkin sehingga aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan.
Dengan menimbang hal-hal tersebut di atas, maka pemerintah melalui departemen pertanian, mulai menghimbau untuk kembali ke penggunaan bahan bahan yang bersifat organik baik pupuk maupun obat-obatan. Khususnya pupuk, diharapkan penggunaan pupuk kandang atau kompos, selain penggunaan pupuk urea,TSP,dan KCL secara bijaksana dapat lebih memasyarakat. Hal ini karena dengan jumlah yang cukup, diharapkan dengan pemberian pupuk kandang atau kompos dapat mengatasi permasalahan proses pengerasan areal tanah-tanah pertanian serta dapat menyumbang unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah pertanian sehingga
kandungannya cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan hidup.Dalam hal ini, penggunaan pupuk kandang atau kompos bukan tanpa permasalahan. Disamping kebaikan penggunaan pupuk kandang atau kompos masih banyak mengalami kendala beberapa diantaranya adal
II. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan semua uraian mengenai permasalahan yangtelah dipaparkan sebelumnya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.Perlunya pengurangan penggunaan pupuk kimia secara bertahap disertai dengan peningkatanpenggunaan pupuk organikhingga dicapai komposisi pupuk yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
2.Perlunya perbaikankonsistensi tanah yang semakin keras .
3.Perlunya penambahan 10unsur hara esensial (kecualiunsur N,P dan K) terutamaunsur mikro pada tanah- tanahpertanianIndonesia. Pemberian unsur mikro ini, selain untuk membantu meningkatkan produksi
tanaman juga akan meningkatkan kualitas produksi tanaman yang selama ini kurang begitu diperhatikan di Indonesia.
4.Perlunya penghancuran residu atau sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah agar dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman dan tidak mencemari tanah.
5.Perlu adanya suatualternatif pelengkap (menambah jumlah kekurangan kebutuhan pupuk kandang yang dibutuhkan) atau pengganti (jika pupuk kandang memang sulit didapatkan) pupuk kandang mengingat masih banyaknya kendala dalam penggunaan pupuk kandang.
POC NASA (PUPUK ORGANIK CAIR NUSANTARA SUBUR ALAMI)
Telah dikembangkan pupuk organik alami yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian.
Produk tersebut adalahPOC NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI).
Poc Nasa (nusantara subur alami) atau lebih di kenal dengan Nasa merupakan pupuk organik cair alami 100% dari ekstraksi bahan organik limbah ternak dan unggas, limbah tanaman, limbah alam, beberapa jenis tanaman tertentu dan “bumbu-bumbu/ zat-zat alami” lainnya yang diproses berdasarkan teknologi berwawasan lingkungan dengan prinsip ZERO EMISION CONCEPT.
Upaya Nasa turut mengatasi permasalahan lingkungan produksi pertanian adalah :
1. Poc Nasa (nusantara subur alami) terutam dipergunakan untuk semua jenis tanaman (pangan, holtikultura atau tanaman tahunan) dan juga bisa dipergunakan untuk unggas/ ternak dan perikanan.
2. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung asam- asam organik yang mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah, serta mampu memacu aktivitas mikroorganisme berguna bagi tanaman pada tanah.
3. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung lengkap 13 macam unsur hara essensial yang diperlukan tanaman dan 44 -77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk-pupuk kimia mengingat bahan dasar Poc Nasa (nusantara subur alami) dari limbah ternak dan tanaman yang mengandung 60-90 macam unsur.
4. Poc Nasa (nusantara subur alami) mampu melarutkan residu (sisa-sisa) pupuk kimia dalam tanah karena mengandung asam humat dan fulvat (golongan fulvena) .
5. Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat dijadikan alternatif mengatasi kekurangan atau kesulitan mendapatkan pupuk kandang karena fungsi pemupukan “1 Liter poc nasa (nusantara subur alami) sama dengan 1 ton pupuk kandang”, sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga kerja. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga relatif lebih bersih dari bibit hama, penyakit dan biji gulma dibandingkan dengan pupuk kandang.
Selain manfaat di di atas Poc Nasa (nusantara subur alami) masih memiliki manfaat lainnya yaitu :
Poc Nasa (nusantara subur alami)mampu mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokkan bunga dan buah karena mengandung hormon pengatur tumbuh(ZPT) yaitu:

INDOLE ACETIC ACID (IAA),
GIBERELINdan,
SITOKININ.
Poc Nasa (nusantara subur alami) juga mmapu mengurangi tingkat serangan hama, karena aroma khas alami yang dimiliki Poc Nasa (nusantara subur alami)
juga akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit karena Poc Nasa (nusantara subur alami) merangsang pembentukan polifenol yaitu salah satu senyawa yang diperlukan tumbuhan untuk meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap serangan penyakit.
Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat cepat dan langsung dipergunakan oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion yang siap dipergunakan tanaman.
Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman di lahan, stek, cangkokan serta mempercepat perkecambahan biji dan mampu meningkatkan produksi tanaman secara keseluruhan (kuantitas, kualitas, rasa, warna, aroma dan daya tahan penyimpanan) karena kelengkapan kandungan unsur hara dan elemen penyusun lainnya.
Poc Nasa (nusantara subur alami) tidak mempunyai efek samping yang merugikan bagi tanaman dan lingkungan dan produk tanaman hasil Poc Nasa (nusantara subur alami) aman bagi kesehatan manusia karena terbuat dari bahan-bahan alami. mampu meningkatkan dan mempercepat petumbuhan plankton dan algae pada tambak udang, bandeng dan kolam, serta tidak menimbulkan penyakit. Jika dibandingkan dengan pupuk kandang Poc Nasa (nusantara subur alami) relatif lebih bersih.
Poc Nasa (nusantara subur alami) juga berfungsi sebagai penetralisir senyawa senyawa kimia berbahaya pada peraiaran tambak/ kolam sehingga kerusakan pada lahan-lahan tambak dapat diperbaiki. Pada unggas dan ternak Poc Nasa (nusantara subur alami) Juga bermanfaat untuk membantu menghancurkan pakan yang dimakan oleh unggas/ ternak sehingga pakan akan makin banyak diserap oleh pencernaan unggas/ternak. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga memberikan mineral mineral, vitamin, protein dan lemak yang di perlukan oleh tubuh unggas&ternak.

Dan hingga saat ini  PT.naturalnusantara terus melakukan inovas-inovasi tiada henti,sehingga banyak prodak-prodak  baru yang tercipta tanpa meninggalkan  sisi kwalitas ,kwantitas,dan kelestarian lingkungan.
semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua.
salam NASA

Sabtu, 19 November 2011

BINTANG TANI

|0 komentar


Saat menentukan akan memakai suatu produk pupuk, biasanya petani mempertimbangkan berbagai persyaratan. Beberapa persyaratan trersebut adalah harganya yang murah (setidaknya sebanding antara harga da kualitas), ramah lingkungan mudah aplikasiya dan dapat digunakan untuk banyak jenis tanaman. Sebagai sebuah perusahaan yang sangat peduli dengan konsumen PT. Natural Nusantara (NASA) menjawab tantangan tersebut dengan banyakmeluncurkan produk pupuk yang berkualitas favorit para petani.
Produk pupuk yang akan terjun dipasaran adalah produk pupuk Bintang Tani , pupuk organic cair yang memiliki kandungan unsur hara lengkap. Bersama denga bapak Dadang Birowo (41) salah seorang konsultan Nasa, berkesempatan turut membedah komposisi dan penggunaan pupuk Bintang Tani ini.

Kemasan ekonomis, mudah aplikasi
 Saat melihat wujudnya, kesimpulan pertama adalah pupuk tersebut mempunyai kemasan ekonomis. Selanjutnya, kita lihat bentuk pupuk yang berupa liquid. Melihat bentuknya yang cair, berarti bentuk pupuk tersebut mudah diaplikasikan. Hanya perlu dicampur dengan air bersih sewaktu hendak digunakan, lalu disiramkan atau disemprotkan. Dua hal diatas masih mendukung dengan sifat pupuk yang “ organik ” kata-kata organic ini walau terdengar simple tapi sangat penting artinya bagi media tanam / lahan pertanian.
 Kenapa harus organik ? selama ini, pupuk konvesional ( contohnya pupuk tunggal atau majemuk yang terdiri dari N, P dan K ) digunakan untuk memacu produktivitas tanaman. Kepedulian petani akan kualitas lahan pertanian jangka panjang masih kurang. Akhirnya, penggunaan pupuk kimia yang diluar batas bisa mengakibatkan tanah menjadi rusak dan menurun kesuburannya. Saat tanah menjadi rusak dan tanaman tidak subur, maka berbagai masalah pada tanaman akan timbul. Disaat seperti ini pupuk organik-lah yang harus segera berperan. Yang perlu kita cermati, ada peran ganda yang tersimpan dalam peran pupuk organik ini. Peran pertama, menyuplai kebutuhan hara bagi tanaman, yang kedua memperbaiki kondisi tanah. Peran kedua ini terjadi secara pelan-pelan tapi pasti.

Untuk banyak jenis tanaman, unsur hara lengkap
 Melihat peruntukannya, pupuk bintang tani ini dialokasikan untuk banyak jenis tanaman seperti tanaman seperti tanaman pangan, sayuran daun dan buah, tanaman buah-buahan dan juga tanaman perkebunan lainnya. Pendeknya, bisa dipakai dihampir semua tanaman yang ada.
Kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk ini sesungguhnya sangat lengkap 60 – 90 jenis unsure sesuai jenis bahan bakunya yang organik. Tetapi sesuai syarat minimal yang berlaku, maka baru dianalisa beberapa jenis unsur saja, berupa N0.25%, P2O5 0.1%, K2O0.18%, Zn 3.77 ppm, Cu 1.77 ppm, Mn 1.91 ppm, Co 0.59 ppm, Fe 18.12 ppm, B 450 ppm dan Mo < 0.2 ppm. Pupuk yang mempunyai ph ( potential of Hidrogen / keasaman – basaan ) 7.1 ini juga mengandung ZPT ( Zat Perangsang Tumbuh) berupa Giberelin , Sitokini dan Auksin. Tidak cukup sampai disitu, Bintang Tani itu juga merupakan pupuk yang bebas logam berat. Bebas dari mikroba berbahaya seperti E. Coli dan Salmonella negative juga merupakan keunggulan dari pupuk ramah lingkungan ini.

Menghemat pupuk kimia
Salah satu keuntungan mempergunakan pupuk organik Bintang Tani ini, kita dapat mengurangi pupuk kimia antara 10 – 20%. Selain penghematan, yang lebih penting adalah mencegah kerusakan tanah oleh bahan kimia dari pupuk konvesional. Jadi, selain pengeluaran bisa diteka, kita juga turut serta menciptakan kembali kondisi tanah yang alami. Dengan kondisi seperti ini, maka aktivitas pertanian dapat lebih mudah dilakukan. Semua dapat dilakuka dengan mudah dan murah bersama pupuk organik BINTANG TANI .

Komoditi
Dosis
Waktu
Cara
Tanaman pangan dan sayuran  4-12 ttp/20-50 lt air/100 m2Dilanjutkan dengan dosis
  2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
  2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
  2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
    2 hari sebelum  tanamDilanjutkan umur
     2 minggu
     4 minggu
  6-8 minggu
   Disiramkan
   Disemprotkan
   Disemprotkan
   disemprotkan
Tanaman hias5 tutup/5-10 lt air/tanaman  2-3 minggu sekali   Siram/semprot
Tanaman buah dan perkebunan6 tutup/5-10 liter air/tanaman  1-3 bulan sekali   Siram/semprot
Bibit tannaman buah, tanaman perkebunan dan kehutanan  2 cc / 0.5 – 1 liter air/bibit  2-4 minggu   Siram/semprot
Tebu
 250-500 cc/100-200lt air/1000m2

250-500 cc/100-200lt air/1000 m2
Saat tanamUmur satu bulan
Umur tiga bulan
   DisiramkanDisemprotkan
       Disemprotkan

Harga: Rp.43.000,-

Jumat, 04 November 2011

GLIO ( agen hayati untuk jamur )

|0 komentar

MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO ?
1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
3. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
5. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

SASARAN

Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.
PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit Fungsi/sasaran utama :
-Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
-Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :
-Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
-Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)


Sebagaimana kita ketahui bersama serta baiknya mesti tahu bahwa pengendalian hama dengan biologi atau pengenda­lian hayati memperoleh perhatian yang cukup besar didunia pertanian. Berkaitan hal ini diantaranya dikarenakan oleh kesadar­an penduduk yang makin tinggi dapat bahayanya dampak samping penggu­naan pestisida kimia baik pada ma­nusia ataupun lingkungan. Efek ne­gatif pemakaian pestisida yang kurang bijaksana dapat menyebabkan resistensi hama, resurgensi hama, timbulnya hama ke-2, terbunuhnya jasad bukan hanya tujuan ( musuh alami, residu pestisida serta pencemaran lingkungan. kecen­derungan penduduk untuk nikmati hasil – hasil pertanian yang bebas residu pestisida makin meningkat. di sam­ping kebijaksanaan pemerintah didalam pengendalian dengan sistem pengelo­laan hama terpadu ( pht ) cocok uu no. 12 th. 1992 juga mendorong untuk berikan peluang peran yang besar pada pengendalian hayati.

Di antara agens hayati yang dapat dipakai sebagai pengendalian hayati atau biologi yaitu jamur entomopatogenik ( jamur yang mengonsumsi hama ) serta jamur antagonis ( jamur yang mengonsumsi jamur ) ada sebagian alasan kenapa jamur entomopatogenik serta jamur antagonis banyak jadi pilihan untuk pengendalian hama penyakit daripada organisme lain. salah satunya jamur entomopatogenik serta jamur antagonis memiliki kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya pendek, bisa membentuk spora yang bisa bertahan lama di alam, apalagi didalam situasi yang tidak beruntung walaupun. selain itu relatif safe, berbentuk selektif, cocok dengan beragam insektisida, relatif gampang diproduksi, kemungkinan menyebabkan resistensi amat kecil. disamping itu, di sebagian negara maju sudah dipakai dengan teratur serta meluas, contohnya rusia sudah memakai beauveria bassiana untuk mengendalikan penggerek umbi kentang, colarado potato beetle ( laspeyresia pomonella ).

Kesuksesan pemakaian jamur en­tomopatogenik serta jamur antagonis di lapangan amat di pengaruhi oleh factor lingkungan ( suhu, kelembapan ), jumlah spora ( terhitung viabilitas serta virulen­sinya ) yang disemprotkan, hingga kemungkinan spora hingga tujuan cukup banyak. di samping itu butuh di­ketahui biologi hama atau daur hidupnya supaya waktu penyemprotan bisa lebih pas. juga waktu penyemprotan mesti betul-betul pas, maksudnya tidak di­semprotkan pada saat matahari terik, baiknya aplikasinya pada saat men­dung atau sore hari.

Natural Glio


Viabilitas ( daya hidup ) spora jamur entomopatogenik serta jamur antagonis di­pengaruhi oleh factor suhu, kelembapan, ph, radiasi cahaya matahari serta senyawa kimia layaknya nutrisi serta pestisida. perihal ini mutlak untuk dipelajari, karena syarat satu patogen sukses baik dipakai sebagai agensia pengendali hama yakni mesti mempunyai viabilitas serta virulensi ( daya bunuh ) yang terus terpelihara atau tinggi.

POC NASA (pupuk organik cair nusantara subur alami)

|0 komentar

POC NASA (PUPUK ORGANIK CAIR NUSANTARA SUBUR ALAMI)

Telah dikembangkan pupuk organik alami yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian.
Produk tersebut adalah POC NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI).
Poc Nasa (nusantara subur alami) atau lebih di kenal dengan Nasa merupakan pupuk organik cair alami 100% dari ekstraksi bahan organik limbah ternak dan unggas, limbah tanaman, limbah alam, beberapa jenis tanaman tertentu dan “bumbu-bumbu/ zat-zat alami” lainnya yang diproses berdasarkan teknologi berwawasan lingkungan dengan prinsip ZERO EMISION CONCEPT.

Upaya Nasa turut mengatasi permasalahan lingkungan produksi pertanian adalah :

1. Poc Nasa (nusantara subur alami) terutam dipergunakan untuk semua jenis tanaman (pangan, holtikultura atau tanaman tahunan) dan juga bisa dipergunakan untuk unggas/ ternak dan perikanan.

2. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung asam- asam organik yang mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah, serta mampu memacu aktivitas mikroorganisme berguna bagi tanaman pada tanah.

3. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung lengkap 13 macam unsur hara essensial yang diperlukan tanaman dan 44 -77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk-pupuk kimia mengingat bahan dasar Poc Nasa (nusantara subur alami) dari limbah ternak dan tanaman yang mengandung 60-90 macam unsur.

4. Poc Nasa (nusantara subur alami) mampu melarutkan residu (sisa-sisa) pupuk kimia dalam tanah karena mengandung asam humat dan fulvat (golongan fulvena) .


5. Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat dijadikan alternatif mengatasi kekurangan atau kesulitan mendapatkan pupuk kandang karena fungsi pemupukan "1 Liter poc nasa (nusantara subur alami) sama dengan 1 ton pupuk kandang", sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga kerja. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga relatif lebih bersih dari bibit hama, penyakit dan biji gulma dibandingkan dengan pupuk kandang.

Selain manfaat di di atas Poc Nasa (nusantara subur alami) masih memiliki manfaat lainnya yaitu :

Poc Nasa (nusantara subur alami) mampu mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokkan bunga dan buah karena mengandung hormon pengatur tumbuh(ZPT) yaitu:

INDOLE ACETIC ACID (IAA),

GIBERELINdan,

SITOKININ.
Poc Nasa (nusantara subur alami) juga mmapu mengurangi tingkat serangan hama, karena aroma khas alami yang dimiliki Poc Nasa (nusantara subur alami)

juga akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit karena Poc Nasa (nusantara subur alami) merangsang pembentukan polifenol yaitu salah satu senyawa yang diperlukan tumbuhan untuk meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap serangan penyakit.

Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat cepat dan langsung dipergunakan oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion yang siap dipergunakan tanaman.

Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman di lahan, stek, cangkokan serta mempercepat perkecambahan biji dan mampu meningkatkan produksi tanaman secara keseluruhan (kuantitas, kualitas, rasa, warna, aroma dan daya tahan penyimpanan) karena kelengkapan kandungan unsur hara dan elemen penyusun lainnya.

Poc Nasa (nusantara subur alami) tidak mempunyai efek samping yang merugikan bagi tanaman dan lingkungan dan produk tanaman hasil Poc Nasa (nusantara subur alami) aman bagi kesehatan manusia karena terbuat dari bahan-bahan alami. mampu meningkatkan dan mempercepat petumbuhan plankton dan algae pada tambak udang, bandeng dan kolam, serta tidak menimbulkan penyakit. Jika dibandingkan dengan pupuk kandang Poc Nasa (nusantara subur alami) relatif lebih bersih.

Poc Nasa (nusantara subur alami) juga berfungsi sebagai penetralisir senyawa senyawa kimia berbahaya pada peraiaran tambak/ kolam sehingga kerusakan pada lahan-lahan tambak dapat diperbaiki. Pada unggas dan ternak Poc Nasa (nusantara subur alami) Juga bermanfaat untuk membantu menghancurkan pakan yang dimakan oleh unggas/ ternak sehingga pakan akan makin banyak diserap oleh pencernaan unggas/ternak. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga memberikan mineral mineral, vitamin, protein dan lemak yang di perlukan oleh tubuh unggas&ternak.
Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian ).
2. Menjadikan tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
4. Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
5. Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP - 36 dan KCl + 12,5% - 25%
6. Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
7. Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
8. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
9. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
10. Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
11. Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
12. Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).
Kandungan : 
N 0.12%, P2O5 0.03%, K 0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo <0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%, Protein 0.72%
Kandungan Lain : 
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin
tidak mengandung E. coli
 Harga: Rp.31.000