Tampilkan postingan dengan label : KESAKSIAN PENGGUNA NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label : KESAKSIAN PENGGUNA NASA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

GLIO Mengatasi Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet

|0 komentar

Hebatnya GLIO NASA


Mampu Mengatasi Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet
Berdasarkan penuturan Bapak Suwarno salah seorang stockis NASA dari Kabupaten Muara
Bungo Provinsi Jambi yang juga pensiunan pns Dinas Pertanian Provinsi Jambi, GLIO NASA
mampu mengatasi penyakit jamur akar putih yang merupakan momok bagi petani karet.

Penyakit jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) pada tanaman karet adalah salah satu
penyakit yang paling berbahaya dan sangat meresahkan para petani karet di kabupaten Bungo
propinsi Jambi.

Penyakit jamur akar putih (JAP) sangat sulit diatasi oleh para petani karet. Berbagai
macam cara yang dilakukan oleh petani atau pemilik kebun karet hasilnya belum memuaskan.
Para petani biasanya menggunakan belerang dengan cara memasukkan belerang ke dalam lubang
tanam untuk mencegah JAP pada saat hendak menanam karet. Tetapi setelah tanaman karetnya
hidup dan tumbuh subur masih juga terserang oleh JAP dan membuat tanaman karetnya banyak
yang mati.

Disamping menggunakan belerang, para petani juga menggunakan fungisida kimia
seperti Calixin 750, Calixil CP3, Formac 2 yang harganya mahal. Tetapi, dengan cara tersebut
juga belum mampu menuntaskan/ mengatasi penyakit JAP. Ada juga petani yang membongkar
tanaman karet yang terkena penyakit JAP dengan cara digali diambil akarnya lalu dibakar.
Setelah itu bekas lubangnya disiram dengan belerang. Namun JAP masih ada dan selalu
menimbulkan kerusakan/ kematian pada tanaman karet. Tanaman karet selalu ada yang mati
dan menular ke tanaman di sekitarnya, dan datanglah hama tanaman baru yang disebut hama
sekunder yang bernama rayap (bahasa petani karet anai-anai). Petani karet beranggapan bahwa
tanaman karet yang mati itu diserang oleh rayap. Jadi para petani karet pada umumnya bertanya
kepada petugas penyuluh, apa obatnya mengatasi rayap.

Di lapangan petugas panyuluh lapangan menjelaskan kepada petani karet bahwa tanaman
tersebut terserang JAP, sedangkan rayap itu datang dan menyerang tanaman karet setelah
tanaman karet tersebut sudah mati atau hampir mati. Jadi rayap sebagai hama sekunder, dan
penyebab tanaman karet mati adalah JAP.

Berdasarkan pengalaman Bapak Suwarno yang sebelum pensiun merupakan koordinator
pengamat hama dan penyakit tanaman kabupaten Bungo provinsi Jambi, di beberapa lokasi/
kebun karet yang terserang JAP, penyakit bisa diatasi/dihambat perkembangannya dengan
menggunakan agen hayati GLIO.

Cara penggunaan GLIO dalam hal ini memang tidak mengikuti petunjuk pada label,
tetapi berdasarkan hasil percobaan di lapangan. Dan dari percobaan ini hasilnya cukup efektif,
GLIO mampu mengatasi/ mengendalikan JAP.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, penggunaan GLIO untuk mengatasi JAP pada
tanaman karet sebagai berikut: 
gunakan 1 kotak GLIO (100 gram) ditambah 3 sendok makan gula pasir
dan 10 liter air (jangan menggunakan air PAM dan jangan air panas).  
GLIO dan gula dimasukkan ke dalam ember yang berisi air 10 liter tersebut, diaduk-aduk dengan tangan sampai larut/ tercampur rata. 
Setelah itu siramkan ke pangkal batang karet yang terkena JAP (baik yang
sudah mati atau yang masih hidup).Tiap batang karet disirami 1 liter cairan GLIO melingkari
pangkal batang pada tanaman karet yang sudah disadap. Untuk tanaman yang masih kecil umur
1-5 tahun, dapat disiram 0,25 liter s/d 0,75 liter untuk 1 batang. Aplikasinya harus dilakukan
pada sore hari sekitar jam 16.00 s/d jam 18.00 agar cairan GLIO tidak terkena sinar matahari.
Setelah 2 bulan diberi GLIO tanaman karet yang terserang ringan dan sedang dapat bertunas lagi/
tidak jadi mati.

Pada tanaman yang terserang berat, tidak bisa diatasi dengan GLIO, tetapi harus tetap
diberi GLIO agar sumber penyakitnya bisa diatasi sehingga tidak pindah/ menular ke tanaman
karet di sekitarnya. Efektivitas penggunaan GLIO untuk mengatasi jamur akar putih pada
karet sudah banyak dibuktikan oleh petani/pemilik kebun karet di kabupaten Bungo antara
lain: Saftiar, S.Pd, Sujak, A.Md, Sudiono, Usuludin Silitonga, Ir. Indra Gunawan, Drs. Bastari
Ahman, dan Ahak.

Menurut pengalaman lapangan Bapak Suwarno berikut ini adalah tips penggunaan agen
hayati GLIO supaya hasilnya efektif:


Jangan dicampur dengan pestisida dan pupuk kimia.
Jangan menggunakan air yang mengandung kaporit (air PAM).
Jangan menggunakan air panas.
Saat aplikasi harus sore hari sekitar jam 16.00 s/d 18.00 WIB.
Pada daerah kronis/endemis JAP, penggunaannya diulang setelah 2 bulan.
Sebelum dan sesudah aplikasi Glio jangan menggunakan pestisida.
Jangan menggunakan Glio yang sudah kadaluwarsa.
Sebelum digunakan, Glio disimpan di tempat yang teduh.

Semoga bermanfaat,,,salam nasa

Kamis, 03 Januari 2013

KESAKSIAN TANAMAN KELAPA SAWIT & BUAH NAGA

|0 komentar









 

 

KESAKSIAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAMPUNG (KEBUN LISA) 

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA

PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

Nama manager Kebun Kelapa Sawit     : Bpk Purnomo
Pelaksana kebun                               : P.Toyo

Lokasi Kebun:
Kebun Lisa, Ds Wirabangun, Kec Simpang Pematang, Kab.Tulang Bawang Lampung


Total Luas Kebun: 
48 Ha

Luas Pengambilan sampel/Treatmen: 
48 Ha   

Jenis Bibit: 
Marihat dan asal Bakri Brothers
Umur Tanaman: 
6-8 tahun

Produk Nasa yang digunakan:  
POC NASA, POWERNUTRITION,HORMONIK, dan AERO 810


Cara dan waktu aplikasi :
1. 1 botol POWER NUTRITION (500 gr) dicampur 20 ltr air  + 60 ttp POC NASA + 1 botol  
    HORMONIK + 2 ttp AERO 810 untuk 20 tanaman dengan interval 1 tahun sekali.
2. Penggunaan pupuk makro NPK 1 tahun sekali


                 Perbandingan sawit sebelum dan sesudah pakai produk nasa

Paremeter                                             Sebelum Pakai NASA                       Setelah Pakai NASA

 1. Pemakaian Pupuk Makro                               340-400 kg/ha                              175 kg/ha

 2. Waktu Pembentukan buah sampai Panen            5 bulan                                        4,5 bulan

 3. Berat Janjang Rata-rata                                           8 kg                                          17 kg 

4. Potongan Pabrik                                           12-17% dari tonase            3-4 % daritonase4.304 kg

 ANALISIS EKONOMI: 

1. Pengurangan pupuk makro hingga 50%.
2. Peningkatan produksi sebesar 4.304 kg X Rp. 1400,00 = Rp. 6.025.600,00 per hektare 


Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

    1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
    2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
    3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
    4. Tingkat kesuburan tanah.
    5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
    6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.



KESAKSIAN TANAMAN BUAH NAGA DI KULONPROGO

Nama pemilik kebun :
Bpk. Kasijo

Alamat : 
Ds. Trisik, Kel. Banaran - Galur
Kab. Kulon Progo, Propinsi DIJ
 
Jumlah tanaman buah naga : 250 tiang X 4 tanaman per tiang = 1000 tanaman

Umur tanaman : 16 bulan
 
Produk NASA yang dipakai : POC NASA, AERO 810, Hormonik
 
Dosis penggunaan Produk NASA : 3 tutup POC NASA + 1 tutup
HORMONIK + 2 tutup Aero
 
Cara Aplikasi : Produk NASA dimasukkan ke tangki semprot lalu dilakukan Penyemprotan ke pada jam 07.00 – 11.00 pagi 


Peningkatan Hasil Pemakaian Produk NASA :

Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
Daun Kuning seperti layu hijau, kuat dan segar
Buah tiap kg berisi 4-5 buah tiap kg berisi 2-3 buah
Produksi 2,5 kwintal per panen 3 kwintal per panen


Analisis ekonomi :
Harga Buah Naga jenis merah Rp. 40.000/kg, dan harga buah naga putih Rp. 20.000-25.000 /kg.
Tambahan biaya Rp. 150.000,00 (pembelian produk NASA) mendapatkan tambahan hasil :

- Peningkatan hasil panen 50 kg X harga buah Rp. 20.000 (diambil dari harga terendah) = Rp. 1.000.000,00

- Dikurangi pembeliah produk NASA Rp. 850.000,00 per panen.

- Peningkatan keuntungan bersih per panen Rp. 850.000,00

Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan Produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/ bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll)
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis,tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sisrem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

KESAKSIAN NILAM KLATEN & BAWANG MERAH sulawesi

|0 komentar

KESAKSIAN NILAM DI KLATEN, JAWA TENGAH


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA PEMBIBITAN NILAM

   
Nama Pemilik                 :   Joko Sarwoko  ( Sentra Pembibitan Nilam Aceh
                                       ’ BERKAH DAUN ’ )
Lokasi                           :   Dsn. Wukiran, Ds. Jomboran, Kec. Jomboran
                                        Klaten Tengah – Jawa Tengah

Produk NASA yang digunakan  :   POC NASA, HORMONIK


Cara dan Waktu Aplikasi :

1.  Bibit setelah dipotong ± 25 cm direndam dalam air 10 liter yang diberi 5 cc/setengah  
     tutup HORMONIK, selama ± 1 menit, basahi semua bagian tanaman.
2.  Setelah direndam 1 menit, kemudian bibit ditanam ke polibag kecil.
3.  Setelah umur tanaman 1 minggu di polibag, bibit disemprot POC NASA dengan dosis  
     5 cc/setengah tutup POC NASA pada 5 – 8 liter air.   
4.  Penyemprotan POC NASA  dilakukan pada umur mulai 1 minggu – 1 bulan dengan
     interval 1 minggu.

PERBANDINGAN TANAMAN
YANG MEMAKAI DAN TIDAK MEMAKAI PRODUK NASA

Parameter PAKAI NASA TANPA NASA
Prosentasi Hidup 90 % 20 %
Pertumbuhan SERAGAM  TIDAK SERAGAM
Umur Dipanen 1 bulan 1,5 bulan
Serangan Jamur sedikit banyak serangan
Kekuatan Batang dan
Daun
kuat dan tidak
mudah rontok
lentur, mudah patah
dan rontok


 Catatan   :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh   :
1.    Kualitas benih/bibit ( Genetis tanaman )
2.    Iklim ( Curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll.)
3.    Tingkat kesehatan tanaman ( Pengaruh Hama dan Penyakit )
4.    Tingkat kesuburan tanah
5.    Pemupukan ( tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll )
6.     Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.



BAWANG MERAH

Nama Pemilik:    
Bapak Rahmat

Lokasi:    
Desa Matareung Kec. Anggareja, Kab. Enrekang-Sulawesi Selatan



Bawang Merah Tumbuh Lebih Baik Bapak Rahmat salah seorang petani bawang merah asal Anggareja-Enrekang, sering mengeluh ketika tanamannya tidak tumbuh dengan baik, apalagi jika terserang hama dan penyakit. Selama beberapa musim hal itu dirasakannya terus menerus, hingga pada suatu ketika ia mencoba untuk menggunakan produk pertanian PT. NASA. Akhirnya sedikit demi sedikit permasalahan yang selalu menghinggapinya pada setiap musim kini perlahan-lahan mulasi dapat diatasi. Walau belum 100% dikatakan berhasil, namun dirinya mengakui adanya pengaruh yang lebih baik dari tanaman bawang merah pada musim lalu. “Perlakuan yang saya lakukan sebelum tanam atau olah lahan awal adalah menggunakan SUPERNASA, selanjutnya menyebarkan dulu GLIO ke lahan, baru saya tanam bawang merah” Ujar Bapak Rahmat. Selanjutnya ia menjelaskan,”Setelah tanaman agak besar baru disemprot dengan menggunakan POC NASA dan Hormonik sesuai dengan anjuran di label”. Dirinya mengungkapkan pula bahwa usia tanaman bawang merahnya sampai dengan sekarang memasuki hari ke- 25. Menurutnya, perkembangan bawang merah yang menggunakan produk pertanian NASA jauh lebih bagus dari pada yang tanamannya musim yang dulu ketika ia belum menggunakan produk pertanian PT. NASA. Selain itu, menurut keterangannya,sampai dengan saat ini serangan hama belum begitu mebahayakan, paling yang ada hama ulat dan wereng yang sementara ini masih bisa ditanggulangi dengan Virexi dan BVR.

“Saya sudah menggunakan Virexi 2 bungkus, GLIO 2 bungkus dan BVR 1 bungkus,” Sergahnya. Dalam keterangannya ia juga mengungkapkan, “Dengan menggunakan produk pertanian PT. NASA saya dapat menghemat hampir 75%. Selain itu pertumbuhan bawang merah sekarang lebih baik dari musim yang dulu dengan jenis tanaman yang sama”. Selama dalam pengamatannya, menurutnya, perkembangan dan pertumbuhan bawang merah semakin bagus, batang tanaman semakin besar dan kuat, ujung daun-pun sudah tidak mudah terbakar lagi seperti pada musim-musim yang lalu. Dengan pertumbuhan yang lebih baik daripada musim yang lalu, dirinya optimis dan berharap hasil panen nanti juga meningkat dan lebih banyak. “Setelah saya menggunakan produk pertanian NASA, selain tanaman bawang merah pertumbuhannya lebih baik, kondisi lahan-pun semakin baik dan ramah lingkungan,” Ungkapnya mengakhiri wawancaranya dengan Team Liputan NASA 
 
Jangan lupa kunjungi www.pupuk-nasa.com untuk melihat produk yang lebih lengkapnya,,,
salam nasa :) 

Minggu, 30 Desember 2012

KESAKSIAN PENGGUNA NASA 2

|0 komentar

KESAKSIAN TANAMAN PADI DI SLEMAN YOGYAKARTA

Nama Petani : Bp Tondo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki
Lokasi Kebun : Desa Salakan, Trihanggo, Sleman, Jogjakarta
Luas Tanaman :1 Ha
Jenis Padi : Cihereng
Sistem Tanam : Sistem Jajar Legowo 6 : 1, jarak tanam 24 x 20
Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA, POWER NUTRITION, GREENSTAR
PESTONA, NATURAL GLIO




Cara dan waktu aplikasi :
Pemupukan I menggunakan 18 botol ( @ 250 gr / btl ) SUPERNASA dicampur dengan pupuk 100 kg Urea dan 200 Phonska ditambah 10 pak  NATURAL GLIO 
umur 15 – 20 hari setelah tanam
Pemupukan II menggunakan 6 botol ( @ 250 gr/btl )SUPERNASA dan 6 botol ( @ 500 gr/btl ) POWER NUTRITION dicampur dengan 50 Urea dan 100 kg Phonska pada umur 40 – 50 hari setelah tanam
umur 20 dan 40 hari setelah tanam
Penyemprotan 1 sachet GREENSTAR + 10 tutup PESTONA per tangki


Parameter                                        Pakai NASA                                           Tidak Pakai NASA
Vegetatif                                   Daun Tebal, lebar dan hijau mengkilat                  Tipis dan kecil-kecil
Jumlah Anakan                                         30                                                              18-20
Serangan                                     Penyakit Berkurang                                           Masih Banyak
Jumlah Bulir per Malai                             260                                                           150-200
Kualitas Gabah                          Lebih berbobot dan bernas                                Kurang bernas
Total Produksi                                      10,4 ton                                                         8 ton


Analisa Ekonomi per 0,5 Ha

Jenis Kegiatan Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Sewa Lahan 3.000.000 3.000.000
2. Benih, olah lahan 1.125.000 1.125.000
3. Pupuk Urea 150.000 150.000
4. Pupuk Phonska 210.000 210.000
5. Produk NASA 2.620.000 -
6. Total Biaya 5.085.000 4.485.000

Produk NASA yang di pakai SUPERNASA, POWERNUTRITION, GREENSTAR,GLIO,PESTONA

senilai Rp 600.000,00

Hasil Produksi pakai NASA 5,7 ton sedangkan yang tidak pakai 4 ton


Selisih Produksi 3,5 ton/setengah hektar
Harga Gabah 100.000/kwintal
Peningkatan Hasil Jual Gabah 3.500.000 (87.5%)

Peningkatan Keuntungan 3.500.000 – 600.000
2.900.000,- per setengah hektar

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

2012-03-26



KESAKSIAN TANAMAN KAKAO DI TANGGAMUS, LAMPUNG


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KAKAO

Nama Pemilik Kakao                     : Bp Hendro
Lokasi Kebun                               : Desa Sinar Baru Kec. Sukohardjo,
                                                   Kab. Tanggamus, Propinsi Lampung
Luas Kebun                                 : 2.500 m 2
Jumlah Tanaman                          : 260 pohon
Umur Tanaman                            : 7- 8 tahun
Produk NASA yang digunakan        :  9 botol SUPERNASA

Cara dan waktu aplikasi :



Satu botol SUPERNASA @ 500 gr dicampur 13 liter air sebagai larutan induk, kemudian diambil gayung larutan induk ditambah air secukupnya ( + ) untuk 10 tanaman disiram merata ke pohon untuk 130 pohon atau 200 pohon
SUPERNASA diberikan interval sebulan sekali selama 3 bulan selanjutnya 3-4 bulan sekali
Aplikasi diberikan mulai Juni 2005 sampai Maret 2006
Pupuk Makro tidak digunakan setelah pakai Produk NASA



Perbandingan produksi antara kebun yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :

Paremeter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Kondisi Daun dan buah Hijau segar, buah banyak Kekuningan, sedikit
2. Kondisi Tanah Gembur Keras
3. Pemakaian Pupuk Makro Tidak Pakai Lagi Masih Pakai
4. Serangan Heliopeltis Berkurang Masih ada
5. Produksi Buah Meningkat (tidak kenal musim) Sedikit
6. Bobot dan Kadar Air Rendah Tinggi
7. Hasil panen dan Harga Jual Kering 300 kg, harga 8.500/kg 150 kg, harga 8.000/kg

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.


KESAKSIAN TANAMAN KARET DARI KALIMANTAN SELATAN

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KARET

Nama petani       : Bp. Rauf dan Bp. Sutrisno
Alamat                : Dsn. Sidomukti, Desa Sebuhur, Trans 150,
                            Kec. Jorong, Kab. Tanah Laut,
                            Propinsi Kalimantan Selatan
Luas lahan          : 1 hektar
Jumlah Tanaman : 500 batang
Luas lahan dengan perlakuan NASA : 1 Ha
Jenis Bibit : PR, IR, PB
Umur tanaman : 7 tahun


Pupuk yang digunakan :

Sebelum pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln          Setelah pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln
Urea : 2,5 kuintal                                                NPK Phonska : 0,5 kuintal
TSP : 0,5 kuintal                                                 SUPERNASA : 500 gr 2 botol
KCl : 0,5 kuintal                                                 HORMONIK : 1 botol

Total biaya pupuk makro : Rp. 520.000,00 Total biaya pupuk+produk NASA : Rp.297.500,00


Cara dan waktu aplikasi Pemupukan dengan Produk NASA :
1. NPK 20 gelas + 20 sdm SUPERNASA + 1 sdm HORMONIK + 60 liter air.
2. Kocorkan ke piringan tanaman sebanyak 1 liter per batang

Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA
Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
1. Kondisi Daun Kekuningan Hijau segar
2. Kondisi Kulit Batang Keras Lunak
3. Kondisi Tanah Keras Gembur
4. Produksi Getah 90-100 kg/bulan 446 kg/bulan
5. Pendapatan per bulan 1.240.000/ha/bulan 4.005.200/ha/bulan

Analisis ekonomi :
Peningkatan pendapatan diperoleh dari :

Penambahan produk NASA yaitu SUPERNASA dan HORMONIK senilai Rp 297.500,- meningkatkan pendapatan 70% ( Rp. 2.765.200 ha/bln)

Penghematan biaya pemupukan sebesar Rp. 222.500/ha/4 bln
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.