Tampilkan postingan dengan label SEMANGKA DI PROBOLINGGO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEMANGKA DI PROBOLINGGO. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Desember 2012

KESAKSIAN PENGGUNA NASA 2

|0 komentar

KESAKSIAN TANAMAN PADI DI SLEMAN YOGYAKARTA

Nama Petani : Bp Tondo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki
Lokasi Kebun : Desa Salakan, Trihanggo, Sleman, Jogjakarta
Luas Tanaman :1 Ha
Jenis Padi : Cihereng
Sistem Tanam : Sistem Jajar Legowo 6 : 1, jarak tanam 24 x 20
Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA, POWER NUTRITION, GREENSTAR
PESTONA, NATURAL GLIO




Cara dan waktu aplikasi :
Pemupukan I menggunakan 18 botol ( @ 250 gr / btl ) SUPERNASA dicampur dengan pupuk 100 kg Urea dan 200 Phonska ditambah 10 pak  NATURAL GLIO 
umur 15 – 20 hari setelah tanam
Pemupukan II menggunakan 6 botol ( @ 250 gr/btl )SUPERNASA dan 6 botol ( @ 500 gr/btl ) POWER NUTRITION dicampur dengan 50 Urea dan 100 kg Phonska pada umur 40 – 50 hari setelah tanam
umur 20 dan 40 hari setelah tanam
Penyemprotan 1 sachet GREENSTAR + 10 tutup PESTONA per tangki


Parameter                                        Pakai NASA                                           Tidak Pakai NASA
Vegetatif                                   Daun Tebal, lebar dan hijau mengkilat                  Tipis dan kecil-kecil
Jumlah Anakan                                         30                                                              18-20
Serangan                                     Penyakit Berkurang                                           Masih Banyak
Jumlah Bulir per Malai                             260                                                           150-200
Kualitas Gabah                          Lebih berbobot dan bernas                                Kurang bernas
Total Produksi                                      10,4 ton                                                         8 ton


Analisa Ekonomi per 0,5 Ha

Jenis Kegiatan Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Sewa Lahan 3.000.000 3.000.000
2. Benih, olah lahan 1.125.000 1.125.000
3. Pupuk Urea 150.000 150.000
4. Pupuk Phonska 210.000 210.000
5. Produk NASA 2.620.000 -
6. Total Biaya 5.085.000 4.485.000

Produk NASA yang di pakai SUPERNASA, POWERNUTRITION, GREENSTAR,GLIO,PESTONA

senilai Rp 600.000,00

Hasil Produksi pakai NASA 5,7 ton sedangkan yang tidak pakai 4 ton


Selisih Produksi 3,5 ton/setengah hektar
Harga Gabah 100.000/kwintal
Peningkatan Hasil Jual Gabah 3.500.000 (87.5%)

Peningkatan Keuntungan 3.500.000 – 600.000
2.900.000,- per setengah hektar

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

2012-03-26



KESAKSIAN TANAMAN KAKAO DI TANGGAMUS, LAMPUNG


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KAKAO

Nama Pemilik Kakao                     : Bp Hendro
Lokasi Kebun                               : Desa Sinar Baru Kec. Sukohardjo,
                                                   Kab. Tanggamus, Propinsi Lampung
Luas Kebun                                 : 2.500 m 2
Jumlah Tanaman                          : 260 pohon
Umur Tanaman                            : 7- 8 tahun
Produk NASA yang digunakan        :  9 botol SUPERNASA

Cara dan waktu aplikasi :



Satu botol SUPERNASA @ 500 gr dicampur 13 liter air sebagai larutan induk, kemudian diambil gayung larutan induk ditambah air secukupnya ( + ) untuk 10 tanaman disiram merata ke pohon untuk 130 pohon atau 200 pohon
SUPERNASA diberikan interval sebulan sekali selama 3 bulan selanjutnya 3-4 bulan sekali
Aplikasi diberikan mulai Juni 2005 sampai Maret 2006
Pupuk Makro tidak digunakan setelah pakai Produk NASA



Perbandingan produksi antara kebun yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :

Paremeter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Kondisi Daun dan buah Hijau segar, buah banyak Kekuningan, sedikit
2. Kondisi Tanah Gembur Keras
3. Pemakaian Pupuk Makro Tidak Pakai Lagi Masih Pakai
4. Serangan Heliopeltis Berkurang Masih ada
5. Produksi Buah Meningkat (tidak kenal musim) Sedikit
6. Bobot dan Kadar Air Rendah Tinggi
7. Hasil panen dan Harga Jual Kering 300 kg, harga 8.500/kg 150 kg, harga 8.000/kg

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.


KESAKSIAN TANAMAN KARET DARI KALIMANTAN SELATAN

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA PADA TANAMAN KARET

Nama petani       : Bp. Rauf dan Bp. Sutrisno
Alamat                : Dsn. Sidomukti, Desa Sebuhur, Trans 150,
                            Kec. Jorong, Kab. Tanah Laut,
                            Propinsi Kalimantan Selatan
Luas lahan          : 1 hektar
Jumlah Tanaman : 500 batang
Luas lahan dengan perlakuan NASA : 1 Ha
Jenis Bibit : PR, IR, PB
Umur tanaman : 7 tahun


Pupuk yang digunakan :

Sebelum pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln          Setelah pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln
Urea : 2,5 kuintal                                                NPK Phonska : 0,5 kuintal
TSP : 0,5 kuintal                                                 SUPERNASA : 500 gr 2 botol
KCl : 0,5 kuintal                                                 HORMONIK : 1 botol

Total biaya pupuk makro : Rp. 520.000,00 Total biaya pupuk+produk NASA : Rp.297.500,00


Cara dan waktu aplikasi Pemupukan dengan Produk NASA :
1. NPK 20 gelas + 20 sdm SUPERNASA + 1 sdm HORMONIK + 60 liter air.
2. Kocorkan ke piringan tanaman sebanyak 1 liter per batang

Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA
Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
1. Kondisi Daun Kekuningan Hijau segar
2. Kondisi Kulit Batang Keras Lunak
3. Kondisi Tanah Keras Gembur
4. Produksi Getah 90-100 kg/bulan 446 kg/bulan
5. Pendapatan per bulan 1.240.000/ha/bulan 4.005.200/ha/bulan

Analisis ekonomi :
Peningkatan pendapatan diperoleh dari :

Penambahan produk NASA yaitu SUPERNASA dan HORMONIK senilai Rp 297.500,- meningkatkan pendapatan 70% ( Rp. 2.765.200 ha/bln)

Penghematan biaya pemupukan sebesar Rp. 222.500/ha/4 bln
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

KESAKSIAN PENGGUNA NASA

|0 komentar

Silahkan simak beberapa kesaksian pengguna yang sudah masuk datanya ke perusahaan,,,
ini masih separuhnya,jadi tunggu info selanjutnnya y :) salam NASA

 

KESAKSIAN TANAMAN KENTANG DI PROBOLINGGO


Data Petani
Nama Petani : Bp Yunus
Lokasi Kebun : Desa Bremi, Krucil, Probolinggo, Jatim
Luas Tanaman : 1Ha
Jenis Kentang : Granula jerman Lokal
Umur Tanaman : 75 hari
Produk Nasa yang digunakan : GLIO, POC NASA, HORMONIK


Cara dan waktu aplikasi

Penyemprotan 1 botol POC NASA dicampur dalam 1 drum ukuran 200 liter disemprotkan pada umur 25 dan 35 hari setelah tanam, kemudian pada umur 45 hari ditambah 1 botol HORMONIK

Pupuk Dasar diberikan sebelum tanam dengan menggunakan ZA = 300 kg, SP-36 = 300 kg dan KCl= 400 kg
Pada umur 1 bulan dipupuk 500 kg ZA


Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA 
Parameter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Vegetatif Daun Tebal, lebar, hijau mengkilat    Tipis, kecil dan kekuningan
2. Kondisi Batang Tinggi, kokoh Pendek, agak lembek
3. Tingkat Kematian 1% setelah pakai GLIO Lebih dari 5%
4. Ukuran dan Warna Umbi Besar, kuning cerah Lebih kecil, kuning kusam
5. Bobot per Pohon Rata-rata 800 g Rata-rata 500 g
6. Kualitas Umbi Lebih bernas Kurang bernas
7. Total Produksi 24 ton/ha 15 ton/ha


Analisis Ekonomi Per Hektar

Selisih Hasil Panen 9 ton
Harga Kentang Rp. 2.000,00/kg
Peningkatan hasil jual 9.000 X Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000.000,00
Pembelian Produk NASA (harga konsumen) berupa 7 botol POC NASA = 217.000, 3 botol HORMONIK = 78.000, 1 GLIO = 25.500
Jumlah pembelian Produk NASA = Rp. 320.500,00
Peningkatan keuntungan bersih dengan memakai Produk NASA Rp. 17.679.500,00



Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).

Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
Tingkat kesuburan tanah.
Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.



PENINGKATAN PRODUKSI PADI CIHERANG DENGAN MEMAKAI PRODUK NASA DI SLEMAN YOGYAKARTA


Padi varietas Ciherang yang ditanam Tondo menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan sebelumnya.Selama 4 kali menggunakan produk NASA, hasil panennya selalu diatas rata-rata, tentunya 10 ton GKP per hektar bukan hasil yang terlalu “wah”. Jauh berbeda dengan petak petani lain. Rata-rata hasil yang didapat berkisar 7 ton GKP per ha.Menurut Tondo kunci keberhasilannya adalah pada pemupukan dan pola penanaman. Pupuk diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. “Waktu pemupukan harus tepat,” kata ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki kecamatan Gamping, Sleman.Selain menggunakan pupuk makro berimbang, lahan pertanamannya sudah pasti menggunakan produk-produk NASA. SUPERNASA, POWER NUTRITION dan GREENSTAR menjadi andalan pupuk organik lengkap makro dan mikro.Lahan seluas 3.300 m2 milik Tondo membutuhkan 8 botol SUPERNASA 250g, 4 botol POWER NUTRITION 500g dan 6 dus GREENSTAR. Dengan dosis pemupukan ini, cukup menyokong pertumbuhan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan panen.Aplikasi pemupukan ini disesuaikan dengan jadwal yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Secara keseluhan pemberian pupuk dilakukan 3 kali, yaitu sebagai pupuk dasar, pada umur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan umur 40-50 HST. SUPERNASA diaplikasikan sebagai pupuk dasar (6 botol) dan pemupukan ke-3 (2 botol). GREENSTAR pemupukan ke-2 (2 dus) dan ke-3 (4 dus), sedangkan POWER NUTRITION pada pemupukan ke-3 saja.Produk lain yang menunjang juga diberikan. Tondo menggunakan GLIO dan PESTONA untuk mengamankan hasil panennya. Masing masing produk tersebut adalah 3 dus untuk GLIO dan 3 botol PESTONA.Tondo juga menerapkan pola tanam dengan menyisipkan penanaman palawija setiap 2 tahun. Meskipun air irigasi melimpah, ia tidak lantas tergoda untuk menanam padi secara terus menerus.Menurut petani yang juga penangkar benih ini, sistem penanamannya jejer legowo 6:1. Setiap 6 baris tanaman padi diberi jarak sebelum 6 baris berikutnya. Jarak tanamnya 24 cm yang pada umumnya hanya 22 cm. Sedangkan setiap lubang tanam hanya ditanam 1-2 bibit padi.System penanaman ini secara kenampakan fisik menunjukan perbedaan dibandingkan penanaman lainnya. “Kalau diamati ada perbedaan, anakannya rata-rata sebanyak 25 batang sedangkan lainnya 22 batang sudah bagus,” kata Tondo.
2012-12-27

KESAKSIAN TANAMAN SEMANGKA DI PROBOLINGGO

Nama Petani : Bp Saeful
Lokasi Kebun : Desa Karanggeger, Kec. Pejarakan, Kab. Probolinggo, Jatim
Luas Tanaman : 0,4 Ha ( 4.000 m2)
Jenis semangka : Sun Flower
Umur Tanaman : 50 hari
Jumlah Populasi : 6.000 tanaman
Produk Nasa yang digunakan : POC NASA, HORMONIK

Cara dan waktu aplikasi :

Penyemprotan 4 tututp POC NASA dicampur 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

Pupuk Makro menggunakan ZA, TSP dan KCl total 4-5 kwintal


Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA  :

Paremeter Pakai NASA Tidak Pakai NASA
1. Pertumbuhan tanaman Cepat, proses pengawinan lebih awal Pertumbuhan lambat
2. Kondisi Batang Lebih tinggi dan kokoh Pendek, batang lembek
3. Serangan Hama Penyakit Lebih tahan, daum hijau bertahan
lebih lama
Kurang tahan terhadap
Hama Penyakit
4. Ukuran Buah, Hasil Panen Besar-besar, 25 - 30 ton/4000 m2 Kecil-kecil, 15 ton/4000 m2
5. Peningkatan Hasil Panen 75% -
6. Pupuk NPK 4 - 5 kwintal 7 kwintal


Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
Tingkat kesuburan tanah.
Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.