Minggu, 27 Januari 2013

PREDATOR HAMA




PREDATOR

Ini bukan judul film yang telah banyak ditonton masyarakat di layar lebar atau di stasiun tv, ini adalah hewan pemangsa hama. Apa peran dan kegunaannya di dunia Entomologi dan dunia pertanian, mari sejenak kita simak.

Predator, dalam arti sederhana, predator hama adalah organisme pemangsa hama ( perusak tanaman). Umumnya yang dimangsa adalah hewan yang lebih kecil atau lebih lemah dari dirinya. Binatang yang ditangkap dan dimakan predator ini disebut mangsa. Mangsa predator antara lain serangga hama. Predator hama termasuk kelompok serangga tungau, laba laba, burung ular kucing dan binatang buas lainnya. Hal ini mengingatkan kita pada kejadian outbreak TOMCAT, yang menyerang pemukiman penduduk dan menyebabkan gatal gatal pada kulit, binatang ini termasuk predator untuk hama wereng.
Predator merupakan mata rantai ekosistem dan berfungsi melangsungkan aliran energy sehingga keberadaanya menentukan kestabilan ekosistem. Kondisi ekosistem tanaman yang stabilmerupakan kondisi yang selaras, serasi, seimbang dan harmoni ditandai dengan diversivitas biota yang tinggi dan hama terkendali. 
Keunggulan predator antara lain, terletak pada kemampuan mencari dan menemukan serta merespons populasi hama. Predator mampu menemukan hama pada tempat tempat yang tersembunyi dan yang sulit terpapar atau tersemprot racun kontak atau pestisida hayati dan atau yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Ketika jamur dan bakteri patogen tidak efektif mengendalikan hama pada musim kemarau yang kering, predator tetap aktif mencari mangsa yang eksplosi dan banyak pada musim kering seperti bangsa kutu, wereng dan tungau.
Dampak revolusi hijau, semenjak kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari hasil mengusahakan dan memelihara sumberdaya alam antara lain pertanian yang intensif dan ekstensif paling tidak di negeri kita memberi dampak yang luar biasa dan signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dunia, namun hal ini juga diikuti konsekuensi negative yang luar biasa.
Kualitas tanah yang menurun akibat jenuh dengan pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimia yang mengganggu keseimbangan biologis tanah.Lingkungan rusak parah karena eksploitasi sumberdaya alam yang tidak bijaksana serta adanya pencemaran lingkungan.
Biotipe baru hama muncul akibat penggunaan varietas unggul tahan hama.Resistensi dan resurjensi hama timbul akibat aplikasi insektisida kimia yang tidak bijaksana. Semestinya hama yang disemprot menjadi terkendali malah sebaliknya menjadi eksplosi.Tanaman monokultur sangat rentan terhadap serangan hama dan dapat meningkatkan status ekonomi hama. Sebagai contoh hama kutu wereng dan tungau.
Dampak revolusi hijau, semenjak kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari hasil mengusahakan dan memelihara sumberdaya alam antara lain pertanian yang intensif dan ekstensif paling tidak di negeri kita memberi dampak yang luar biasa dan signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dunia, namun hal ini juga diikuti konsekuensi negative yang luar biasa.
Kualitas tanah yang menurun akibat jenuh dengan pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimia yang mengganggu keseimbangan biologis tanah.Lingkungan rusak parah karena eksploitasi sumberdaya alam yang tidak bijaksana serta adanya pencemaran lingkungan.
Biotipe baru hama muncul akibat penggunaan varietas unggul tahan hama.Resistensi dan resurjensi hama timbul akibat aplikasi insektisida kimia yang tidak bijaksana. Semestinya hama yang disemprot menjadi terkendali malah sebaliknya menjadi eksplosi.Tanaman monokultur sangat rentan terhadap serangan hama dan dapat meningkatkan status ekonomi hama. Sebagai contoh hama kutu perisai jenis Aulacapsis tegalensis yang sebelumnya  tidak pernah dilaporkan sebagai hama penting pada perkebunan tebu.
Dari berbagai hal tersebut alangkah indahnya untuk mengendalikan dan memelihara sang predator yang berfungsi mengendalikan hama hama di sekitar pertanaman kita, dengan cara pemakaian pestisida yang bijaksana dan alangkah baiknya jika kita mengendalikan hama namun tidak mematikan sang predator tersebut karena terbukti akan membantu dan mengendalikan hama.

Pemakaian BVR Beveria bassiana  mampu mengendalikan 6 ordo yang berisi ribuan spesies hama, dan sang predator akan terselamatkan karena tidak mengganggu kehidupan predator. Demikian juga pemakaian Pestona, PENTANA, pestisida alami ini terbukti mampu menekan perkembangan hama. Jika kita ingin membuatnya sendiri dari bahan bahan alami disekitar kitapun juga cukup mudah, namun jika ingin praktis dan mudah  bisa gunakan pestisida hayati dan pestisida alami dari PT NATURAL NUSANTARA. Dan jika ingin menambah bahan bahan pestisida alami lain yang ada di sekitar kita pada produk pestisida alami NASA, maka bahan tersebut dapat dicampurkan saat penyemprotan dilapangan. ( dari berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar